Parigi, Sulteng (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah melakukan langkah penanggulangan penyakit malaria karena saat ini sudah terjadi 147 kasus di kabupaten itu.
Langkah penanggulangan secara teknis secepatnya kami lakukan, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes)," kata Bupati Parigi Moutong Erwin Burase di Parigi, Rabu, menindaklanjuti arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Ia menjelaskan, langkah-langkah teknis dilakukan, di antaranya melakukan perawatan intensif bagi masyarakat terpapar, kemudian pencegahan pada wilayah-wilayah yang terpapar.
Penanganannya, kata dia, melibatkan unit-unit kesehatan lainnya seperti puskesmas, maupun puskesmas pembantu (pustu) sehingga dalam pelaksanaannya lebih cepat.
"Menurut Kemenkes, jumlah kasus sebanyak itu telah memenuhi kriteria kejadian luar biasa (KLB), meski begitu kami perlu melakukan koordinasi lintas sektor," ujarnya.
Ia menjelaskan, ada empat wilayah di Parigi Moutong terpapar malaria yakni Kecamatan Moutong, Taopa, Bolano Lambunu dan Sausu, yang mana penanggulangan tidak hanya melakukan pengobatan terhadap pasien, tetapi juga menelusuri sumber penularan penyakit.
"Kalau perlu kami mengeluarkan berbagai rekomendasi untuk menanggulangi, agar secepat dilakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi sumber penularan dan mengambil langkah-langkah pengendalian yang tepat supaya kasus malaria dapat ditekan seminimal mungkin," ucap Erwin.
Parigi Moutong, pada 2024 telah memperoleh status eliminasi malaria, yang mana upaya ini bertahun-tahun dilakukan pemerintah setempat menekan prevalensi malaria.
"Kami juga melibatkan pihak-pihak lainnya dalam penanggulangan malaria, seperti TNI/Polri, maupun badan penanggulangan bencana (BPBD)," ujarnya.
Ia menambahkan, pada penanggulangan malaria Dinkes perlu memperbanyak kegiatan promosi kesehatan sebagai bentuk pengendalian kasus, di antaranya mengimbau masyarakat menggunakan kelambu dan menjaga kebersihan lingkungan untuk menghindari timbulnya sarang nyamuk, serta meminta masyarakat mengonsumsi obat pencegahan malaria saat berkunjung ke daerah endemik.
"Menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS) harus tumbuh di tengah masyarakat, karena PHBS sangat bermanfaat dalam mencegah berbagai penularan penyakit," kata dia.
