Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) memastikan dua wilayah di daerah itu yakni Desa Lambara dan Desa Pakuli mulai melakukan panen raya padi pada Februari 2026 mendatang untuk mendukung ketahanan pangan Nasional.
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae mengatakan bahwa program panen raya padi di daerah tersebut merupakan kerja sama antara pemerintah daerah dengan TNI Angkatan Darat.
"Tentunya ini bentuk sinergi seluruh lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani khususnya di Kabupaten Sigi, " kata Rizal saat ditemui awak media di Sigi, Senin.
Ia mengemukakan dua wilayah rencana panen raya padi itu meliputi Desa Lambara Kecamatan Tanambula dan Desa Pakuli Kecamatan Gumbasa.
"Jadi nantinya panen raya padi di Desa Lambara seluas 238 hektare dan Desa Pakuli 316 hektare yang dilakukan secara serentak sehingga totalnya mencapai 554 hektare, " ucapnya.
Ia menuturkan puncak panen raya padi bertepatan sebelum memasuki bulan Ramadhan tahun 2026 sebagai upaya memastikan ketersediaan pangan masyarakat serta menjaga stabilitas produksi pertanian di daerah.
"Harapannya kerja sama ini bisa mewujudkan peningkatan hasil pertanian, penguatan ketahanan pangan daerah, serta terjalinnya kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah dengan TNI untuk pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat," sebutnya.
Kabupaten Sigi mencatat bahwa produksi komoditas beras pada tahun 2025 mengalami surplus mencapai 62 ribu ton dari total kebutuhan 31 ribu ton.
Sementara untuk luas lahan pertanian dan hasil validasi Luas Baku Sawah (LBS) di Sigi hingga Desember 2024 mencapai 15.280 hektare.
