Bupati Morowali Utara minta maaf kepada masyarakat

id Morowali Utara,wabub,bupati,mengamuk

Bupati Morowali Utara Aptripel Tumimomor memberikan keterangan kepada jurnalis di Hotel Best Western Coco Palu, Selasa (13/2) (Antaranews Sulteng/Arsandi)

Aptripel: saya sudah serahkan berkas laporan polisi kepada penasehat hukum saya
Palu (Antaranews Sulteng) - Bupati Morowali Utara, Sulawesi Tengah, Aptripel Tumimomor memohon maaf kepada masyarakat di daerahnya atas insiden mengamuknya Wakil Bupati Asrar Abdul Samad pada acara pelantikan pejabat eselon III dan IV di Kolonodale, Jumat (9/2), yang menurutnya telah membuat malu masyarakat Morut.

"Kepada masyarakat Morowali Utara saya menyampaikan permohonan maaf dan saya juga kepada bapak Gubernur Sulteng karena sudah direpotkan beliau akibat kejadian ini," katanya kepada wartawan usai menghadiri rakor evaluasi pelaksanana upsus padi jagung kedele (pajala) di Hotel Best Western Coco Palu, Selasa.

Sejak kejadian tersebut hingga sekarang ini, Bupati Aptripel mengaku belum menjalin komunikasi dengan wakilnya Asrar Abdul Samad.

Ia mengaku telah melaporkan insiden memalukan tersebut kepada Gubernur Sulawesi Tengah.

Sementara di tempat yang sama, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola mengaku sedang berupaya mendamaikan (islah) kedua belah pihak.

"Islah pasti. Pak bupati prinsipnya mau menerima. Cuma sekarang wakil bupatinya saya masih terus coba hubungi," ujarnya.

Gubernur mengaku sudah berulang kali mencoba menelepon Asrar Abdul Sama tapi telepon genggamnya tidak aktif.

"Saya juga SMS untuk minta bicara dengan dia, tapi dia belum balas sampai sekarang," katanya lagi.

Sebelumnya gubernur Longki Djanggola menyebut peristiwa ini sangat memalukan poemerintah dan masyarakat daerah itu dan menjadi potret pemimpin yang tidak bisa mengendalikan diri.

Proses hukum

Terkait rencana mengadukan Wabub Asrar ke Polda Sulteng, Ipeh, panggilan akrab Aptripel Tumimomor mengaku sudah menyerahkan penanganannya kepada penasehat hukumnya.

"Berkas laporannya sudah saya serahkan kepada penasihat hukum saya. Nanti selanjutnya silahkan tanyakan dengan dia," kata Ipeh lagi.

Menurut dia, pernyataan-pernyataan Wabup Asrar Abdul Samad saat itu sudah sangat keterlaluan dan merusak nama baiknya, khususnya di mata masyarakat Morut.

"Itu semua tidak benar. Tidak ada yang namanya fee 15 persen itu. Tidak ada proyek yang saya mainkan. Saya ini tidak urus proyek, karena yang urus proyek adalah kepala Oerganisai Pemerintah daerah (OPD)," tegasnya.

Ia berharap dalam proses hukum nanti, Wabub Asrar bisa mempertanggungjawabkan semua fitnahan yang disampaikannya dengan berteriak-teriak di depan umum.

Wakil Bupati Morut Asrar Abdul Samad, melampiaskan kemarahannya di tengah jalannya upacara pelantikan pejabat Eselon III yang dipimpin Bupati Morut Aptripel Tumimomor, di Kantor Bupati Morut di Kolonodale, Jumat (9/2).

Saat protokoler sedang membacakan Surat Keputusan (SK) bupati, Asrar yang duduk berdampingan dengan Bupati Aptripel Tumimomor tiba-tiba berdiri dan turun dari panggung. Ia kemudian bergegas menuju protokoler yang sedang membacakan SK tersebut lalu merampas naskah SK dan merobek-robeknya di depan hadirin, sambil berteriak-teriak `hentikan pelantikan ini.`

Setelah merobek-robek SK para petugas keamanan dari kepolisian, TNI dan Satpol Pamong Praja mengamankan Asrar dan menggiringnya ke ruang kerjanya. Lalu di dalam ruang kerjanya di lantai dua kantor bupati, Asrar melemparkan foto bupati lewat jendela dan jatuh di jalan aspal depan kantor bupati dan pecah.

Belum puas melampiaskan emosinya, Asrar pergi lagi ke depan ruang pelantikan pejabat dan berteriak-teriak kembali `segera hentikan pelantikan.` Ia kemudian diamankan petugas dan membawanya kembali ke rumah jabatan wabub. Saat melintas di teras utama depan kantor bupati, Asrar menendang mobil dinas bupati jenis Toyota Fortuner sehingga pintu tengahnya penyok. 


Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar