Bamag Sulteng kecam keras penembakan jamaah di masjid Christchurch Selandia Baru

id Bamag Sulteng,lucky semen,penembakan jamaah masjid

Ketua Bamag Sulteng Lucky Semen, SE memberikan sambutan pada perayaan Natal 2018 warga Hotel Duta Palu (Antaranews Sulteng/Rolex Malaha/)

Palu (ANTARA) - Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Sulawesi Tengah mengecam keras aksi penembakan terhadap umat Islam di masjid Christchurch, Selandia Baru, pada Jumat (15/3) dan berharap hal seperti ini tidak terulang lagi.

“Kami Bamag Sulteng sangat mengecam aksi itu. Kami sangat menyesalkan aksi biadab seperti itu bisa terjadi,” kata Ketua Bamag Sulteng Lucky Semen, SE di Palu, Minggu.

Bamag Sulteng, kata Lucky, sangat prihatin atas peristiwa teror mengerikan itu dan berharap aparat berwenang setemnpat segera meringkus para pelakunya dan menjatuhkan hukuman yang setimpal.

"Ini kejahatan yang sangat keji. Ini tidak bisa dihubungkan dengan kelompok-kelompok tertentu apalagi agama tertentu, karena ini adalah perbuatan biadab yang membunuhg orang-orang yang sedang beribadah," ujarnya.

Aksi penembakan oleh pelaku, kata Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah ini, adalah kejahatan yang luar biasa yang tidak mencerminkan prilaku kemanusiaan.

Badan Musyawarah Antar Gereja Sulawesi Tengah menghimbau kepada seluruh masyarakat Kristiani untuk tetap tenang, dan terus mendukung para korban dengan selalu mendoakan agar para keluarga korban diberi ketabahan.

Juga, kata dia, Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) telah mengeluar sikap yang mengecam keras aksi biadab pelaku aksi itu, yang menyebabkan puluh orang umat Islam jadi korban.

“Bamag dan PGI menghimbau kepada kita semua untuk tenang dalam menyikapi dengan tenang. Kita terus dukung para korban dan keluarga korban, doakan agar tetap kuat dan tabah,” pesannya.

“Sekali lagi, atas kejadian ini Bamag Sulteng sangat mengecam keras. Bagi umat muslim yang menjadi korban, kami turut prihatin dan kami mengutuk perbuatan itu," tegasnya.
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar