745 pelamar ikut ujian tertulis calon anggota PPS Morowali Utara

id KPU Morowali Utara,Pilkada Morut,Morut,KPU Morut

745 pelamar ikut ujian tertulis calon anggota PPS Morowali Utara

Komisioner KPU Morut Bidang Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Jasman Lamole (ANTARA/HO-Dokumen KPU Morut)

Kolonodale (ANTARA) - Sebanyak 745 orang pelamar mengikuti ujian tertulis dalam rangkaian seleksi calon anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk Pilkada Serentak Tahun 2020 di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

Ujian tertulis ini dilaksanakan secara terpisah namun berjalan serentak di 10 kecamatan. Akan tetapi dua di antara pelamar gagal mengikuti ujian karena dinyatakan tidak lulus berkas. Keduanya berasal dari Kecamatan Bungku Utara dan Mamosalato.
 
Komisioner KPU Morut Bidang Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Jasman Lamole mengemukakan tes tertulis calon PPS di 10 kecamatan itu akan dikawal lima orang komisioner KPU Morut dibantu seorang sekertaris dan 4 orang Kasubag.

Calon anggota PPS yang itu tertertulis itu tersebar di Kecamatan Mori Utara 63 orang, Mori Atas 95 orang, Petasia 51 orang, Petasia Barat 80 orang, Petasia Timur 68 orang, Lembo Raya 50 orang, Lembo 72 orang, Soyojaya 62 orang, Mamosalato 86 orang dan Kecamatan Bungku Utara 116 orang.

Baca juga: Ketua KPU Morowali Utara minta PPK jaga integritas

Dari segi jenis kelamin, sebagian besar peserta seleksi adalah perempuan yakni 396 orang dan laki laki 349 orang, perempuan 394 orang.

Sesuai ketentuan, dalam masa pendaftaran calon PPS, setiap desa menerima enam orang pendaftar, sedangkan yang akan dipilih nanti adalah tiga PPS per desa. Mereka akan disebar ke 125 desa di 10 kecamatan.

Menurut Jasman, ada 50 soal ujian tertulis yang akan diberikan kepada calon anggota PPS dengan soal pilihan ganda.

Seleksi anggota PPS ini diharapkan menghasilkan personel PPS yang berintegritas dan mandiri serta netral dalam melaksanakan tugasnya.

Baca juga: KPU Morowali Utara perpanjang masa pendaftaran calon PPS
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar