BTNKT sebut kunjungan wisatawan di Togean menurun

id Togean, BTNKT, Bustang, wisatawan, touna, sulteng

BTNKT  sebut kunjungan wisatawan di Togean menurun

Kepala Balai Tanam Nasional Kepulauan Togean (BTNKT), Bustang. ANTARA/Moh Ridwan

Palu (ANTARA) -
Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (BTNKT) menyebutkan tingkat kunjungan wisata di lokawisata Togean Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah menurun drastis saat libur panjang akhir 2020 dan awal tahun 2021.


 


"Sangat sedikit pengunjung, hingga hari ke-10 di awal tahun 2021 tidak ada wisatawan berkunjung ke Togean," kata Kepala BTNKT Bustang yang dihubungi dari Palu, Minggu.


 


Menurut dia, berkurangnya minta masyarakat berkunjung di destinasi wisata bahari Sulteng itu bukan karena ketatnya protokol kesehatan, tetapi bisa saja dipengaruhi kekhawatiran penularan virus corona, sebab di akhir Desember lalu lonjakan kasus baru positif COVID-19 di provinsi itu cukup tinggi.


 


Saat momentum libur akhir dan awal tahun diproyeksikan jumlah pengunjung sekitar 50 persen, namun prediksi itu meleset, realisasi pengunjung hanya mencapai 10 persen pada rentan waktu dua pekan di penghujung 2020.


 


"Kita tidak bisa berbuat banyak, begitu pun pengelola resort pendapatan mereka tidak merata karena situasi yang memaksa. Dua pekan di penghujung tahun lalu kalau ditaksir hanya sekitar 150 orang berkunjung," ujar Bustang.


 


Jika dibandingkan tingkat kunjungan sebelum Natal dan Tahun Baru justru mengalami peningkatan, namun tidak signifikan dan rata-rata kunjungan per hari sekitar 20 wisatawan, bahkan dalam catatan BTNKT ada sejumlah wisatawan domestik datang berkunjung berasal dari Pulau Jawa dan Jakarta.


 


"Sebagian besar wisatawan datang ke Togean yakni wisatawan lokal atau warga Sulteng," kata Bustang menambahkan.


 


Jumlah kunjungan di luar kawasan Konservasi Kepulauan Togean lumayan meningkat, namun masih didominasi wisatawan lokal.


 


Di lokawisata Togean, BTNKT telah membatasi jumlah pengunjung selama masa pandemi COVID-19, yang mana sebelumnya kunjungan dibolehkan 100 persen, saat ini dirampingkan tinggal 50 persen.


 


"Jika per hari wisatawan datang 100 orang, maka yang diperbolehkan masuk 50 orang atau hanya setengah dari jumlah itu sesuai surat edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)," ucap Bustang.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar