BTNKT pulihkan 4 hektare terumbu karang di perairan Togean

id Togean, btnkt, transplantasi karang, Oktavianus, pariwisata, kawasan lindung, konservasi, Sulteng, touna

BTNKT pulihkan 4 hektare terumbu karang  di perairan Togean

Plt Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (BTNKT), Oktavianus. ANTARA/HO-BTNKT

Palu (ANTARA) -
Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (BTNKT) memulihkan kurang lebih 4 hektare terumbu karang yang rusak akibat dampak iklim di kawasan konservasi perairan Togean Kabupaten Tojo Una-una, Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2023.
 
"Tahun ini ada 4 hektare kawasan konservasi dilakukan pemulihan lewat transplantasi karang pada titik-titik yang mengalami kerusakan," kata Plt Kepala BTNKT Oktavianus yang dihubungi dari Palu, Rabu.
 
Ia menjelaskan, pemulihan terumbu karang penting dilakukan untuk kelangsungan ekosistem laut, selain itu terumbu karang juga menjadi bagian dari objek wisata bahari, sehingga penting dilakukan pemeliharaan. Terumbu karang memiliki banyak manfaat terhadap ekosistem laut, di antaranya sebagai rumah ikan dan hewan laut lainnya, pencegah gelombang besar, menjadi sumber makanan bagi biota laut, termasuk menjadi objek penelitian sains.
 
"Sebagai kawasan konservasi, maka lingkungan alam Togean harus terjaga dari berbagai aktivitas merusak, baik darat maupun perairan," ujar Oktavianus.
 
Ia mengemukakan, pada tahun 2022 pihaknya melakukan pemulihan ekosistem seluas 9 hektare melalui transplantasi, yang mana kegiatan ini merupakan rencana strategis BTNKT, dan tahun ini giat tersebut masih berlanjut.
 
Kawasan konservasi di bawah otoritas BTNKT kurang lebih 363.150 hektare, 20 ribu hektar diantaranya adalah daratan dan sisanya perairan, sehingga pemeliharaan kawasan laut menjadi kegiatan ekstra dilakukan, termasuk pengawasan dari kegiatan ilegal fishing.
 
"Transplantasi kegiatan rutin kami lakukan setiap tahun dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Daerah (Pemda), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), mitra maupun masyarakat setempat," tutur Oktavianus.
 
Ia menambahkan, Togean tidak hanya menjadi lokawisata tetapi juga menjadi laboratorium alami untuk pengembangan ilmu pengetahuan, sebagaimana sebagaimana UNNESCO menetapkan kawasan konservasi itu sebagai salah satu cagar biosfer.
 
Togean juga sebagai destinasi unggulan Sulteng, sehingga kawasan ini sangat strategis dalam menunjukkan pertumbuhan sektor pariwisata daerah.
"Tidak hanya menjadi kawasan lindung, tetapi Togean juga menjadi objek wisata populer di provinsi ini," demikian Oktavianus.