"Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" tayang 2 Desember 2021

id Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas,Vengeance Is Mine All Others Pay Cash,marthino lio

"Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas"  tayang 2 Desember 2021

Poster "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" (HO/Palari Films)

Jakarta (ANTARA) - Perjalanan “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” berkeliling dunia kini akan mendarat di Indonesia pada 2 Desember 2021, seperti dikutip dari keterangan resmi Palari Films, Senin.

Film Edwin yang kelima ini dibintangi Marthino Lio dan Ladya Cheryl dan mendapatkan klasifikasi 17+ dari Lembaga Sensor Film, meski demikian Palari Films mengimbau bahwa film ini untuk penonton dewasa 18 tahun ke atas.



Setelah memenangi hadiah utama Golden Leopard di Locarno Film Festival, film ini mengunjungi Toronto International Film Festival, dan terus berkeliling ke festival film di Hamburg, Busan, London, Zagreb, Austria, Valladolid, Tokyo, São Paulo hingga Cairo.
Poster "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" (HO/Palari Films)


Sebelum kembali pulang ke Indonesia, “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” didaulat sebagai pembuka Singapore International Film Festival pada 25 November. Selain itu, Edwin juga akan mengadakan sesi diskusi bersama sutradara Singapura, Yeo Siew Hua yang juga pernah memenangkan Golden Leopard untuk filmnya.

Director of Photography film ini, Akiko Ashizawa, baru memenangi Best Cinematography di Seminci Valladolid International Film Festival 2021. Akiko juga tengah dinominasikan di Asia Pacific Screen Awards untuk kategori Achievement in Cinematography.


Tak hanya merilis trailer dan poster versi Indonesia, Palari Films juga segera merilis lagu tema “Bangun, Bajingan” yang dibawakan oleh Ananda Badudu ft Rubina dan berkolaborasi dengan Lie Indra Perkasa & Dave Lumenta.

Disutradarai oleh Edwin, “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” yang mengambil latar waktu di akhir 80-an sampai 90-an bercerita tentang Ajo Kawir, seorang jagoan yang tak takut mati. Hasratnya yang besar untuk bertarung didorong oleh sebuah rahasia — ia impoten. Di masyarakat yang dikontrol oleh machismo dan patriarki, “burung” yang tak bisa bangun menjadi persoalan yang serius.

Ketika berhadapan dengan seorang petarung perempuan tangguh bernama Iteung, Ajo babak belur hingga jungkir balik — dia jatuh cinta. Akankah Ajo menjalani kehidupan yang bahagia bersama Iteung dan, pada akhirnya, berdamai dengan dirinya?
 
 
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2021