DJPb catat kinerja APBN regional Sulteng hingga Oktober tetap solid

id Kanwil DJPb Sulteng ,Kinerja APBN Sulteng ,Realisasi TKD,Sulawesi Tengah

DJPb catat kinerja APBN regional Sulteng hingga Oktober tetap solid

Kepala Kanwil DJPb Sulteng Teddy Suhartadi Permadi. ANTARA/HO-Kanwil DJPb Sulteng

Palu (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Regional Sulawesi Tengah hingga 31 Oktober 2025 tetap solid dan adaptif.

“Realisasi pendapatan negara tercatat sebesar Rp6,11 triliun atau 81,05 persen dari target, sedangkan belanja negara tercatat Rp19,32 triliun atau 75,20 persen dari pagu, dengan defisit yang masih terkendali di level Rp13,21 triliun,” kata Kepala Kanwil DJPb Sulteng Teddy Suhartadi Permadi dalam keterangannya diterima di Palu, Selasa.

Ia mengatakan penerimaan perpajakan di Sulawesi Tengah tumbuh positif didukung perbaikan sistem administrasi, implementasi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024 tentang Ketentuan Perpajakan dalam Rangka Pelaksanaan Sistem Inti Administrasi Perpajakan, yang memperkuat basis pajak daerah, serta meningkatnya kepatuhan wajib pajak di sektor perdagangan dan jasa.

Selain itu, menurut dia, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga mencatat kinerja yang baik, terutama dari aktivitas kehutanan dan pertambangan nikel yang masih menjadi penopang utama ekspor daerah.

“Dari sisi belanja, pemerintah tetap menjaga prinsip efisiensi dan ketepatan sasaran. Belanja diarahkan untuk mendukung prioritas pembangunan nasional, menjaga daya beli masyarakat, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi,” ujar dia.

Ia menjelaskan hal tersebut dilakukan melalui program-program sosial, padat karya, serta pembangunan infrastruktur dasar yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Hingga Oktober 2025, ia mengatakan Transfer ke Daerah (TKD) terealisasi sebesar Rp14,48 triliun atau 81,12 persen dari pagu, yang menunjukkan komitmen kuat APBN sebagai shock absorber untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia juga mengatakan pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah mencatat kinerja yang tetap kuat dan optimistis di tengah dinamika ekonomi global.

Hingga triwulan III 2025, ekonomi Sulawesi Tengah tumbuh 7,79 persen (year-on-year/yoy), lebih tinggi dari capaian nasional, dengan struktur ekonomi yang semakin kokoh dan inklusif.

"Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor pertambangan, industri pengolahan, serta sektor perdagangan dan konstruksi yang tetap ekspansif, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat dan ekspor komoditas unggulan daerah," katanya.

Sedangkan untuk tingkat inflasi, ia mengatakan sedikit lebih tinggi dari bulan sebelumnya, dari 3,88 persen secara tahunan menjadi 3,92 persen yoy, menunjukkan usaha pengendalian inflasi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi masih on track.

Pewarta :
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.