Baznas luncurkan program pendidikan digital berbasis gim edukasi

id baznas ,cendikia digital akademi,hut baznas,zakat pendidikan,pendidikan digital,edukasi gim,gamifikasi,zakat infak sedek

Baznas luncurkan program pendidikan digital berbasis gim edukasi

Antaramuka Program Cendekia Digital Akademi (CDA) binaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI. ANTARA/HO-Baznas RI

Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI meluncurkan Program Cendekia Digital Akademi (CDA) sebagai terobosan penguatan pendidikan digital melalui pengembangan gim edukasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan gamifikasi untuk berbagai mata pelajaran serta literasi zakat.

Pimpinan Baznas RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan mengatakan CDA merupakan ikhtiar Baznas dalam merespons perkembangan teknologi digital yang kian pesat, sekaligus mendorong inovasi pembelajaran yang relevan bagi generasi muda dengan memadukan unsur bermain dan belajar secara terarah.

"Cendekia Digital Academy Ini merupakan salah satu upaya Baznas untuk mengenalkan konsep smart play dan smart giving, yakni melalui kolaborasi gim edukasi bagi generasi peduli. Bagi Baznas, program ini penting karena kehadiran Baznas sejatinya untuk menumbuhkan kepedulian sosial," katanya melalui keterangan di Jakarta, Sabtu.

Ia menilai program tersebut sangat relevan dan strategis di tengah laju transformasi digital yang semakin cepat, khususnya dalam dunia pendidikan. "Pemanfaatan teknologi dinilai menjadi kunci untuk menjangkau generasi muda dengan metode pembelajaran yang lebih ada," tambahnya.

Rizaludin menyebutkan peluncuran CDA bertepatan dengan momentum peringatan HUT ke-25 Baznas. Pada momentum tersebut Baznas menegaskan kembali fokus penyaluran zakat di bidang pendidikan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat.

"Fokus utama Baznas tetap kepada fakir miskin, khususnya bagaimana kelompok yang tidak mampu dapat mengakses pendidikan melalui dana zakat. Tidak hanya membantu siswa agar dapat bersekolah, Baznas juga berupaya memberdayakan para guru dengan meningkatkan kapasitas dan kompetensinya melalui pendampingan. Inilah terobosan yang ingin terus kami dorong pada usia Baznas yang ke-25 ini," ujarnya.

Rizaludin menekankan program ini menjadi bagian dari upaya tersebut sebagai wadah pengembangan kompetensi guru dalam literasi zakat, peningkatan kesadaran zakat, serta pembelajaran lainnya.

"Dengan langkah-langkah ini kami berharap nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan dapat terus tumbuh, melahirkan generasi yang cerdas, beriman, dan berjiwa peduli," tutur Rizaludin Kurniawan.


Pewarta :
Editor : Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.