Kementerian PUPR harus segera perbaiki DAS cegah terputusnya jalan Palu-Kulawi

id Das,Bencana Sigi,Longsor,Jalan putus,Pemprov Sulteng

Kondisi Jalan Palu-Kulawi terputus di Desa Tuva, tepatnya di perbatasan antara Kecamatan Gumbasa dan Kulawi. Terputusnya jalan disebabkan pengikisan/erosi (Antaranews/Muhammad Hajiji)

Sigi, Sulawesi Tengah (ANTARA) - Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Kementerian PUPR harus segera memperbaiki dan menormalisasi daerah aliran sungai (DAS) mulai dari bagian hulu Desa Salua, Kecamatan Kulawi hingga Desa Omu Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, untuk mencegah terjadinya kerusakan yang berdampak pada putusnya jalan Palu-Kulawi di Gumbasa dan Kulawi.

Pantauan Antara di lokasi bencana banjir Sigi, Sabtu, putusnya jalan sepanjang kurang lebih 300 meter di perbatasan Kecamatan Gumbasa dan Kecamatan Kulawi dikarenakan terjadi pengikisan badan jalan oleh air sungai yang deras.

Hal yang sama juga terjadi di Desa Omu pada 28 April 2019. Jalan di Desa Omu terputus kurang lebih 300 meter dikarenakan luapan air dari sungai.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, tidak ada dinding/talut penahan air sungai sehingga terjadi erosi atau pengikisan terhadap badan jalan.

Di sisi lain, telah terjadi penurunan kualitas sungai, sehingga alur sungai semakin melebar yang berdampak terhadap jalan.

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Sulawesi Tengah Ir Syaifullah Djafar di lokasi terputusnya jalan Palu-Kulawi mengemukakan, putusnya jalan dikarenakan aliran sungai yang tidak terkendali.

"Di beberapa titik mulai dari Desa Omu hingga Salua, kita melihat ada karakteristik yang sama. Yaitu, telah terjadi penurunan kualitas sungai, kerusakan," ujarnya.

Syaifullah menyebut pihaknya segera melakukan penanganan darurat, sekedar membuka akses agar masyarakat dapat melintas dari Palu menuju Kulawi dan dari Kulawi menuju Palu.
Kepala Dinas Bina Marga Sulawesi Tengah Ir Syaifullah Djafar meninjau kondisi Jalan Palu-Kulawi terputus di Desa Tuva, tepatnya di perbatasan antara Kecamatan Gumbasa dan Kulawi. Terputusnya jalan disebabkan pengikisan/erosi (Antaranews/Muhammad Hajiji)
 
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar