Rokok dan minuman beralkohol dimusnahkan Bea Cukai

id barang ilegal,miras,bea cukai palu sulteng,rokok,alkohol,tembakau

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) C Pantoloan Mohamad Majid (ketiga kanan) menjawab pertanyaan wartawan saat pelaksanaan pemusnahan rokok dan minuman mengandung alkohol ilegal hasil penindakan KPPBC setempat di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (26/6/2019). Sebanyak 86.987 botol minuman beralkohol dan 380.460 batang rokok ilegal hasil penindakan selama tahun 2018 dimusnahkan dengan total potensi kerugian negara yang berhasil dicegah sebesar Rp2,2 miliar. (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/hp.)

Barang kena cukai hasil sitaan berasal dari Kabupaten Parigi Moutong, Buol, Donggala, Sigi dan Kota Palu dan dapat merugikan negara sebesar Rp2.392.595.700
Palu (ANTARA) - Sebanyak 380.460 batang rokok ilegal dan 86.987 botol minuman mengandung etil alkohol dalam negeri hasil penindakan selama 2018 dimusnahkan pihak Bea Cukai Pantoloan, Palu, Sulawesi Tengah.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai TMP C Pantoloan Moh Madjid, di Palu, Rabu mengatakan, penindakan barang ilegal berupa hasil tembakau dan minuman beralkohol dilakukan sebanyak 32 kali di sejumlah daerah di Sulawesi Tengah.

"Barang kena cukai hasil sitaan berasal dari Kabupaten Parigi Moutong, Buol, Donggala, Sigi dan Kota Palu dan dapat merugikan negara sebesar Rp2.392.595.700," kata Majid di hadapan sejumlah jurnalis.

Dia memaparkan, jenis kesalahan pada saat penindakan barang kena cukai yakni, pelekatan pita cukai salah personalisasi, kemudian peletakan pita cukai palsu serta tidak dilekati pita cukai tua polos dan menggunakan pita cukai yang bukan haknya dengan perkiraan nilai barang Rp2.392.595.700 dan potensi kerugian negara sejumlah Rp 2.261.337.000.
 
Petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) C Pantoloan melihat ribuan botol minuman mengandung alkohol ilegal hasil penindakan KPPBC setempat yang akan dimusnahkan di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (26/6/2019).Sebanyak 86.987 botol minuman beralkohol dan 380.460 batang rokok ilegal hasil penindakan selama tahun 2018 dimusnahkan dengan total potensi kerugian negara yang berhasil dicegah sebesar Rp2,2 miliar. (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/hp.)

Sebagai suatu institusi di lingkungan kementerian keuangan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memiliki tugas dan fungsi sebagai pengumpul penerimaan negara untuk kepentingan pembangunan nasional serta kesejahteraan sosial sekaligus memiliki tugas dan fungsi sebagai pengawasan lalu lintas barang masuk daerah pabean dan pemungutan bea masuk dan cukai.

"Penyitaan barang-barang ilegal ini tercipta atas kerja sama semua pihak baik TNI/Polri, pemerintah daerah, pemangku kepentingan termasuk masyarakat," tambahnya.

Pemusnahan barang hasil sitaan khususnya minuman keras dilakukan dengan cara digilas menggunakan alat berat yang telah disediakan, sedangkan pemusnahan hasil tembakau atau rokok dilakukan dengan cara dibakar.

"Minuman beralkohol yang dimusnahkan dari berbagai jenis dan merk, begitu juga rokok. Semuanya barang-barang yang tidak melalui cukai," Ujar Majid.

Dia mengimbau, agar masyarakat tidak mengonsumsi barang-barang yang tidak memiliki izin edar termasuk cukai sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 11 tahun 1995 yang lelah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2006 Tentang Kepabeanan.

Baca juga: Bea Cukai Musnahkan Jutaan Batang Rokok Ilegal
Baca juga: Bea Cukai dorong ekspor langsung hasil perikanan dari Luwuk

 
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar