Penjualan Mobil Bekas Berbahan Solar Turun

id mobil bekas, solar, Sulteng, Jabodetabek

Penjualan Mobil Bekas Berbahan Solar Turun

Mobil bekas siap dijual (ANTARA/Arief Priyono)

biasanya dalam satu bulan mampu terjual mobil bekas jenis penumpang dan angkutan barang sekitar lima kendaraan, kini satupun belum ada pesanan, padahal sebelumnya peminat cukup tinggi dibandingkan mobil bekas berbahan premium.

Cirebon (antarasulteng.com) - Sejumlah pemilik ruang pamer di daerah Pantura Kota Cirebon, Jawa Barat, mengaku penjualann mobil bekas berbahan bakar minyak jenis solar turun akibat kelangkaan solar.

Oki, salah seorang pemilik ruang pamer mobil bekas, Minggu, mengatakan, omzet penjualan mobil bekas berbahan bakar minyak jenis solar anjlok, setelah terjadinya kelangkaan solar tersebut di daerah Pantura Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka.

Sebelumnya mobil bekas berbahan bakar minyak jenis solar sangat diminati oleh konsumen, karena dinilai hemat bahan bakar, kini solar langka pembeli beralih memilih kendaraan berbahan premium.

Dikatakannya, biasanya dalam satu bulan mampu terjual mobil bekas jenis penumpang dan angkutan barang sekitar lima kendaraan, kini satupun belum ada pesanan, padahal sebelumnya peminat cukup tinggi dibandingkan mobil bekas berbahan premium.

Haris, pemilik ruang pamer mobil bekas lain mengaku, dampak kesulitan memperoleh solar tidak hanya dirasakan oleh petani, nelayan, pengusaha angkutan, pedagang mobil bekas anjlok padahal persediaan cukup tinggi karena sebelumnya kendaraan tersebut sangat diminati.

Sebelumnya mobil penumpang seperti L300 minibus dan Isuzu Panther laku keras, dalam satu bulan bisa terjual delapan hingga sepuluh kendaraan, kini belum ada pembeli meski harganya sudah diturunkan.

Muhamad pemilik mobil berbahan bakar jenis solar mengaku, kesulitan mendapatkan bahan bakar jenis solar sangat menyulitkan, sehingga terpaksa kendaraannya jarang digunakan karena khawatir kehabisan bahan bakar diperjalanan.***

Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.