Rindu makanan rumah, bisa datang ke dapur Indonesia di Filipina

id Dapur indonesia, makanan rumah, sea games 2019

Rindu makanan rumah, bisa datang ke dapur Indonesia di Filipina

Ketua dapur umum Indonesia Desi Arianti saat menyiapkan makanan asli Indonesia untuk tim Indonesia di SEA Games 2019 Filipina. ANTARA/Bayu Kuncahyo

Kami menyiapkan banyak menu yang semuanya dari Indonesia melalui vendor yang terpercaya. Dapur umum ini juga bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI)
Manila, Filipina (ANTARA) - SEA Games 2019 Filipina baru dibuka tiga hari lalu, namun banyak atlet, ofisial, hingga wartawan sudah berada di negeri yang dipimpin Rodrigo Duterte sejak beberapa hari sebelum turnamen dua tahunan itu dibuka.

Wajar jika banyak yang sudah merindukan makanan rumah mengingat selama di Filipina jarang restoran yang menyajikan makanan khas Indonesia. Jika pun ada, tidak selengkap restoran-restoran di Tanah Air.

Kondisi ini menjadi perhatian NOC Indonesia. Tidak hanya di satu tempat, dapur umum Indonesia itu disiapkan di beberapa titik mulai Metro Manila, New Clark City, Subic, dan gabungan Batangas, La Union, sampai Tagaytay.

"Kami menyiapkan banyak menu yang semuanya dari Indonesia melalui vendor yang terpercaya. Dapur umum ini juga bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI)," kata ketua dapur umum kontingen Indonesia Desi Arianti di sela kesibukan menyiapkan makanan di Palm Tree Apartement Metro Manila, Senin.

Menurut dia, sedikitnya 15 menu makanan asli Indonesia disiapkan, mulai dari rendang daging, rendang paru, abon daging, cakalang suwir, ayam suwir, beberapa macam sambal, dendeng, ikan air tawar, orek tempe, hingga batagor asli Bandung.

"Kalau ditotal sekitar 400 kg makanan. Untuk pengiriman dilakukan secara bertahap. Yang jelas, dapur umum ini disiapkan hingga SEA Games 2019 selesai," kata wanita yang juga Ketua Bidang Luar Negeri APJI itu.

"Kami selalu terbuka untuk atlet, ofisial maupun media dari Indonesia. Kami juga melakukan pengiriman jika ada permintaan. Yang jelas tim selalu siap mulai dari pagi hingga malam," kata Desi.

Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari membenarkan dapur umum itu tersebar di beberapa titik lokasi yang salah satu tujuannya demi memenuhi kebutuhan serta untuk menumbuhkan emosi dan keharmonisan dengan cabang olahraga.

"Ini sama yang saya lakukan saat menjadi Chef de Mission di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dan cukup efektif. Membangun harmonisasi, komunikasi, dengan cabor salah satunya ialah lewat makanan. Sudah bahagia banget. Halal,” kata pria yang akrab dipanggil Okto ini.
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar