Pemkab Morowali Utara kontrol ketat aktivitas warga saat Natal

id Sulteng,Sandi,Palu,Ppkm,Natal,Tahun baru

Pemkab Morowali Utara  kontrol ketat aktivitas warga saat Natal

Bupati Morowali Utara dr. Delis Julkarson Hehi (kanan) meninjau vaksinaai COVID-19 kepada peserta didik dalam vaksinasi serentak yang diadakan Polres Morut bekerja sama dengan Staf Khusus Kepresidenan Republik Indonesia di Pondok Pesantren KH. Hasyim Asyar'i Desa Tiu, Kecamatan Petasia Barat, Morowali Utara, Senin (6/9/2021). ANTARA/HO-Media Center Pemkab Morowali Utara.

Morowali Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Morowali Utara akan mengontrol secara keta dan mengawasi aktivitas warga yang akan merayakan Natal dan Tahun Baru 2022 di daerah itu dalam rangka mencegah terjadinya lonjakan kasus warga yang terpapar COVID-19.



Bupati Morowali Utara dr. Delis Julkarson Hehi di Morowali Utara, Senin mengatakan dalam mengontrol dan mengawasi setiap aktivitas warga agar terus menaati protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dan kebijakan lain dalam rangka mencegah lonjakan kasus COVID-19, pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak, utamanya aparat kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).



"Dengan dukungan penuh TNI-Polri, kami sepakat untuk mengawasi agar selama liburan Natal dan tahun baru aktivitas warga tetap terkontrol agar tidak terjadi lonjakan penyebaran COVID-19," katanya.



Upaya lainnya yang terus dilakukan adalah melakukan vaksinasi secara masif hingga ke pedalaman. Saat ini capaian vaksinasi di Morowali Utara mencapai 67 persen dari target nasional 70 persen.



"Semua kegiatan akhir tahun tetap diawasi agar masyarakat tidak lalai dalam menjalankan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan sebagainya," ujarnya.



Delis menerangkan hingga saat ini Kabupaten Morowali Utara masih aman dari ancaman paparan COVID-19.



"Kami di Morowali Utara saat ini masuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1. Sejauh ini tidak terdeteksi adanya gejala lonjakan kasus terkonfirmasi COVID-19 yang mengkhawatirkan," ujarnya.



Selain mengawasi warga yang berdomisili di Morowali Utara, Delis mengatakan, pihaknya juga mengawasi secara ketat warga negara asing yang datang ke daerah itu untuk bekerja di perusahaan-perusahaan tambang.



Hal itu dinilainya sangat penting dilakukan untuk menjaga warga Morowali Utara dari ancaman warga asing yang tidak terdeteksi terpapar COVID-19 yang berhasil lolos dan masuk ke wilayah itu.



"Kami bekerja sama dengan pihak terkait lainnya, terutama pihak perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing tersebut. Tetapi yang paling penting sebenarnya pengawasan yang ketat di pintu masuk bandara internasional," katanya.

Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2022