Dinkes Palu ingatkan warga patuh prokes saat jalankan ibadah puasa

id Rochmat Jasin, Dinkespalu, Pemkotpalu, Sulteng, prokes, puasa, ramadhan, sulteng

Dinkes Palu  ingatkan warga patuh prokes saat jalankan ibadah puasa

Ketua Tim Surveilans Dinas Kesehatan Kota Palu, Rochmat Jasin. ANTARA/Moh Ridwan

Palu (ANTARA) -

Dinas Kesehatan Kota Palu mengingatkan warga Muslim di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah itu agar tetap mematuhi protokol kesehatan saat menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1443 Hijriah.
"Meski kasus COVID-19 terus melandai, namun prokes masih tetap menjadi prioritas untuk mencegah penularan," kata Ketua Tim Surveilans Dinas Kesehatan Kota Palu Rochmat Jasin yang dihubungi di Palu, Minggu.
Ia menjelaskan ibadah puasa dan Shalat tarawih tahun ini telah dilonggarkan olah pemerintah, sehingga menjaga prokes tetap menjadi bagian penting, salah satunya tetap menggunakan masker saat berinteraksi, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir sesering mungkin.
Data sementara Dinas Kesehatan Palu, jumlah kasus aktif di daerah itu tersisa 88 kasus dari sepekan terakhir 210 kasus, baik di rawat di rumah sakit maupun menjalani isolasi mandiri.
Menurut dia, menurunnya kasus COVID-19 salah satunya dipengaruhi tingkat vaksinasi di masyarakat terus meningkat, hingga 1 April 2022 presentasi vaksinasi di Kota Palu mencapai 96,5 persen atau 256.116 jiwa dosis pertama dari jumlah sasaran 265.462 jiwa.

Lalu, vaksinasi dosis ke dua 69,82 persen atau 185.334 jiwa dan vaksinasi penguat baru mencapai 9,2 persen.

"Kita tidak ingin risiko penularan di bulan puasa meningkat, olehnya kami tidak bosan-bosan mengajak masyarakat mematuhi imbauan pemerintah, yang pada dasarnya untuk kebaikan bersama," ujar Rochmat.
Lebih lanjut di jelaskannya, sebagaimana kebijakan pemerintah merapatkan kembali saf shalat berjamaah di masjid, maka prokes jangan diabaikan karena merupakan bagian penting dalam mencegah penularan.
Bahkan, pemerintah pusat juga akan melonggarkan kegiatan mudik lebaran nanti, meski begitu ada syarat-syarat yang harus di penuhi pemudik antar provinsi, salah satunya vaksinasi.
"Kami berharap masyarakat patuh terhadap aturan dan imbauan pemerintah, dan kami yakin penularan COVID-19 dapat tertekan hingga angka paling rendah, karena kami rutin melakukan giat 3T (testing, tracing dan treatment) kepada warga di curigai kontak erat dengan pasien COVID," demikian Rochmat.

Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.