Pemprov Sulteng optimalkan KUR untuk kurangi kemiskinan

id kur,pemprov sulteng,gubernur sulteng,rusdy mastura,kemiskinan sulteng

Pemprov Sulteng  optimalkan KUR untuk kurangi kemiskinan

Arsip Foto-Gubernur Sulteng Rusdy Mastura saat memberikan keterangan kepada wartawan di Palu. (ANTARA/Muhammad Hajiji)

Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) mengoptimalkan program kredit usaha rakyat (KUR) untuk mengintervensi langsung kemiskinan di daerah itu.

"Tercapainya kesepahaman dengan BRI tentang penyaluran KUR dengan bunga lunak tiga persen kepada pelaku UMKM," kata Rusdy Mastura, di Palu, Rabu.

Menurut Rusdy, selama enam bulan menjabat Gubernur Sulteng, angka kemiskinan berhasil turun satu persen menjadi 12 persen, dari sebelumnya 13 persen. Sementara pertumbuhan ekonomi naik menjadi 11,7 persen, dari sebelumnya hanya 10 persen.

"Itu semua tidak lepas karena peran KUR. Belum ada intervensi lewat anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk menurunkan kemiskinan dan menaikkan pertumbuhan ekonomi lewat bantuan usaha kepada masyarakat. Hanya KUR yang membantu masyarakat," ujarnya.

Pemerintah Sulteng telah menjalin kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) pada tahun 2021 dalam rangka penyaluran dana KUR senilai Rp5 triliun serta penyaluran dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Pemprov Sulteng menargetkan realisasi KUR hingga Desember 2021 diharapkan bisa terserap kurang lebih sebesar Rp2,5 triliun dan sisanya ditarget terealisasi pada tahun 2022 mendatang.

"Dan alhamdulillah hasilnya berkorelasi dengan penurunan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2021. bahkan Presiden Joko Widodo telah merestui perpanjangan ini hingga akhir tahun 2022, mengingat manfaatnya dalam rangka penyelesaian masalah kemiskinan dan pemulihan ekonomi dari COVID-19," ujar Rusdy Mastura.

Menurut dia, jika dana KUR Rp5 triliun tersalurkan 100 persen kepada UMKM dan petani, maka Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov Sulteng tidak terlalu tertekan.

Selain lewat KUR, Rusdy Mastura mengemukakan Pemprov Sulteng juga memberikan bantuan tunai Rp1 Juta per kepala keluar, khususnya yang ditujukan kepada keluarga-keluarga miskin yang belum tercover pada program BLT dan PKH.

Pemprov Sulteng juga memberikan bantuan Rp100 miliar kepada pemerintah kabupaten dan kota berupa paket program dan kegiatan pembangunan, yang tujuannya untuk mempercepat pembangunan kesejahteraan masyarakat.

Arsip Foto-Petani membuat garis penanda untuk penanaman bibit padi di Desa Porame, Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (29/7/2021). Kementerian Pertanian menyebutkan, daya serap sektor pertanian atas Kredit Usaha Rakyat (KUR) di 2021 ini cukup baik dengan pertumbuhan mencapai lebih dari 40 persen. (ANTARA/Basri Marzuki)

Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.