Sulteng harap 11 daerah sentra pertanian genjot produksi pangan

id Padi, gabah, petani, pertanian, alsintan, Sulawesi Tengah, Sulteng

Sulteng harap 11 daerah sentra pertanian genjot produksi pangan

Ilustrasi - Operator memanen padi menggunakan traktor pemanen di Desa Oloboju, Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (17/5/2024).

Palu (ANTARA) -
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengharapkan 11 daerah sentra pertanian di provinsi tersebut dapat menggenjot produksi pangan dari masing-masing subsektor.
 
"Pertanian merupakan salah satu sektor unggulan daerah ini, oleh sebab itu produksi tahun ini lebih meningkat dari tahun sebelumnya," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sulteng Nelson Metubun di Palu, Minggu.

Adapun 11 daerah sentra pertanian di provinsi ini yakni Kabupaten Banggai, Buol, Donggala, Tolitoli, Morowali, Morowali Utara, Parigi Moutong, Poso, Sigi, Tojo Una-una dan Kota Palu.
 
Ia menjelaskan sektor tanaman pangan yakni padi jagung dan kedelai perlu digenjot produksi dan produktivitasnya, karena Sulteng salah satu daerah penopang ketahanan pangan nasional.
 
Pemerintah Daerah (pemda) berkomitmen membantu sarana produksi pertanian (saprodi) kepada petani, salah satunya mengalokasikan pupuk subsidi melalui Kementerian Pertanian (Kementan).
 
"Data alokasi pupuk untuk Sulteng tahun 2024 sebanyak 61.816 ton terdiri dari pupuk urea, NPK dan NPK formula khusus, saat ini sedang dilakukan penyaluran di daerah-daerah sentra," ujarnya.
 
Ia mengemukakan saat ini pemerintah telah mengeluarkan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) No 167 Tahun 2024 menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah dan beras, yakni Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani menjadi Rp6 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp5.000 per kilogram dan Gabah Kering Giling (GKG) di gudang Bulog dari sebelumnya Rp6.300 per kilogram menjadi Rp7.400 per kilogram.
 
"Melalui kebijakan pemerintah diharapkan pendapatan petani juga meningkat," ucap Nelson.
 
Ia menambahkan, tahun 2023 produksi jagung pipilan kering di Sulteng surplus 258.115 ton dari target produksi 265.281 ton, begitu pun komoditas beras juga mengalami produksi 100.158 ton.
 
Meski tahun lalu fenomena El Nino melanda, namun petani di daerah ini mempunyai berproduksi dengan baik.
 
"Petani merupakan mitra strategis pemerintah dalam urusan pangan. Sebagai bentuk apresiasi, maka pemerintah melakukan intervensi melalui berbagai program guna meningkatkan mutu petani menuju pertanian modern," kata dia.