Morowali, Sulawesi Tengah (ANTARA) - Bupati Morowali, Sulawesi Tengah, Iksan Baharudin Abdul Rauf, menargetkan pemerataan listrik di seluruh wilayah Morowali, baik daratan maupun kepulauan, dapat tuntas pada tahun 2027 melalui dukungan penuh pemerintah daerah terhadap program PT PLN.
"Kami akan mendukung perjalanan PLN ini supaya target 2027 tercapai. Tadi sudah dijelaskan apa-apa yang dibutuhkan dari PLN, baik perizinan maupun dukungan lain. Prinsipnya, pemerintah akan mendukung penuh,” kata Iksan usai menghadiri peresmian infrastruktur kelistrikan PT PLN UIP Sulawesi di Kecamatan Bungku Tengah, Selasa.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meresmikan infrastruktur kelistrikan terbesar perdana di Morowali, yakni jaringan transmisi 150 kV Kolonedale–Tentena, jaringan transmisi 150 kV Kolonedale–Bungku, serta Gardu Induk Kolonedale dan Bungku dengan kapasitas 30 MVA.
Iksan menekankan bahwa keberhasilan pembangunan sebuah kota atau kabupaten ditentukan oleh tiga faktor utama, yakni ketersediaan listrik, infrastruktur jalan yang memadai, serta air bersih.
Menurut dia, apabila tiga faktor tersebut terpenuhi, maka kota dan kabupaten ini akan berkembang dan sejahtera.
Pemerataan listrik, kata dia, juga harus menyentuh masyarakat di wilayah kepulauan agar tidak ada perbedaan dengan masyarakat di daratan.
Untuk itu, lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Morowali turut mengalokasikan anggaran daerah guna penyediaan mesin pembangkit listrik.
"Masyarakat kepulauan tiada bedanya dengan daratan. Karena itu, kami upayakan perlakuan yang sama. Hari ini saya juga sudah menekankan ke GM PLN agar di Kecamatan Menui, Sombori dan Bungku Selatan listrik bisa menyala 24 jam, dan mereka menyanggupi meskipun bertahap,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini masyarakat di wilayah kepulauan masih mengandalkan mesin genset yang sebelumnya telah dikirimkan pemerintah daerah.
Meski demikian, Bupati mengaku optimistis dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan kerja sama erat dengan PLN, pembangunan listrik merata di Morowali akan mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Prinsipnya, tidak ada perbedaan antara pulau dan daratan, semua akan kita satukan. Target kita, 2027 listrik di kepulauan harus tuntas," ujarnya.
