Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), mengatakan Sekolah Khusus Keluarga (SKK) untuk penguatan kapasitas masyarakat yang berfokus pada pembangunan ketahanan keluarga yang mandiri, sehat, dan berkualitas.
"Program ini salah satu inovasi Pemkot Palu dirancang sebagai wadah peningkatan kapasitas keluarga, mencakup bidang kesehatan, sosial, hingga pemahaman terhadap hak dan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat," kata Wali Kota Palu Hadianto Rasyid saat mengunjungi kegiatan sekolah khusus keluarga di salah satu rumah warga di Kelurahan Vatusampu di Palu, Rabu.
Ia mengemukakan program yang diusung itu upaya membantu keluarga memiliki kapasitas di sejumlah bidang, supaya mereka memperoleh pengetahuan yang lengkap. Namun, diakuinya, sasaran program hanya bagi keluarga yang mau mengikuti kegiatan tersebut, karena pemkot tidak memaksakan mengingat masyarakat memiliki beragam aktivitas.
"Model pembelajarannya tentu berbeda dengan sekolah-sekolah pada umumnya. Metode yang diberikan lebih banyak edukasi sebagai bagian dari pemberdayaan keluarga menjadi garda terdepan dalam menghadapi dijadikan sosial," ujarnya.
Program yang diluncurkan pada 16 Oktober 2025 merupakan salah satu prioritas Pemkot Palu membangun ketahanan keluarga, supaya mereka mampu menjadi kelompok yang mandiri, tangguh dalam menghadapi tekanan sosial, maupun ekonomi yang sangat dinamis.
Pada kesempatan itu ia meminta peran aktif masyarakat dan pemangku kepentingan supaya tercipta kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat program guna mencapai keberhasilan.
"Banyak manfaat yang bisa dipetik dari terobosan ini, seperti mencegah pernikahan dini, mencegah kenakalan remaja, dan masalah narkoba. Semua itu lahir dari tingkat keluarga sebagai benteng pertahanan menghadapi isu-isu sosial," tutur Hadianto.
Ia berharap sekolah khusus keluarga dapat menjadi model pembinaan keluarga berkelanjutan, guna memperkuat fondasi sosial di tingkat paling bawah.
Selain itu ia juga berkomitmen ke depan memperluas pelaksanaan program ke wilayah-wilayah lain, supaya lebih banyak keluarga di Kota Palu dapat merasakan manfaat dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan bersama.
"Tentu ada evaluasi secara berkala kami lakukan. Saat ini masih tahap awal, pasti ada pembenahan-pembenahan dilakukan supaya pelaksanaan lebih efektif dan efisien," kata dia.
