Aktivitas perbelanjaan di Palu Grand Mall diperkirakan normal dalam dua tahun

id PGM,Palu Grand Mall,Palu,Bencana Palu

Sejumlah kendaraan melintas di kawasan terdampak gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10/2018). Sejumlah jalan umum yang sebelumnya rusak dan tertutup material sisa tsunami mulai dibersihkan agar dapat dilalui kendaraan dan mendukung gerak perekonomian serta kelancaran distribusi bantuan bagi pengungsi. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/kye

Palu (Antaranews Sulteng)- Sampai akhir tahun 2018 dan triwulan pertama tahun 2019 pusat perbelanjaan terbesar di Sulawesi Tengah Palu Grand Mall (PGM) diperkirakan belum akan meraup keuntungan.

Meruginya mall kebanggan warga Sulteng itu merupakan imbas belum normalnya aktivitas perbelanjaan pasca diluluhlantahkan gempa dan tsunami (28/9) lalu.

"Diperkirakan butuh dua tahun untuk kembali menormalkan aktivitas perbelanjaan di PGM. Kita lihat sendiri banyak tenant yang belum berjualan dan kios serta gerai yang disewa masih tutup sehingga saat ini kita belum fokus untuk meraup keuntungan ," kata General Manajer (GM) Palu Grand Mall Daniel Tri Harianto, Senin.

Saat ini lanjut Daniel manajemen PGM tengah membujuk seluruh tenant agar dapat kembali berjualan di kios dan gerai mengingat jangka waktu penyewaan tempat usaha di PGM oleh para tenant masih panjang.

"Sehingga kalau para tenant tidak berjualan maka akan akan rugi sebab jangka waktu penyewaan kios dan gerai di PGM oleh mereka masih panjang. Nah saat ini sudah ada tenant yang kembali berjualan ,"ujar Daniel.

Daniel menyebut Matahari dan Hypermart lah tenant yang duluan beraktivitas pasca bencana . Selanjutnya diikuti sejumlah tenant seperti KFC (Kentucky Fried Chicken) dan Yopie Salon dan hingga sekarang perlahan tapi pasti para tenant sudah kembali mengisi kios dan gerai yang mereka sewa dan memulai aktivitas berjualan di sana.

"Sejumlah upaya sudah kita lakukan seperti membujuk para tenant agar kembali membuka kios dan gerai nya dan meyakinkan mereka jika kondisi dan konstruksi bangunan di PGM aman sebab kita sudah melakukan pemeriksaan mandir oleh konsultan dan hasilnya bangunan PGM aman ,"jelas Daniel.

PGM sebut Daniel mulai beroperasi pasca bencana tepatnya pada (7/10). Saat itu  tenant yang pertama beroperasi yaitu Matahari. Disusul Hypermart  pada (15/11) setelah sebelumnya manajemen PGM melakukan general check terhadap seluruh bangunan untuk mengukur tingkat kerusakannya dan menyusun perencanaan penanganan titik-titik yang rusak

"Setelah itu kita minta kepada aparat kepolisian dan tentara untuk mengamankan wilayah PGM dari aksi penjarahan . Selanjutnya kita bersihkan dari puing-puing bangunan dan material yang berserakan dibawa tsunami di dalam PGM. Yang paling berantakan saat itu di lantai satu karena dihantam tsunami kemudian kita sambung sistem kelistrikannya sehingga berfungsi seperti sedia kala,"imbuh Daniel.
 
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar