Prajurit TNI ajari anak desa terpencil membaca-berhitung

id Tmmd, kirim 1306/donggal, Parigi moutong

Prajurit TNI ajari anak desa terpencil membaca-berhitung

Sejumlah anak-anak di Desa Ogoalas, Kabupaten Parigi Moutong antusiasi mengikuti proses belajar di luar ruangan yang dibawakan Serda Abdul Zaid yang merupakan salah seorang anggota Satgas TMMD ke-106 beroperasi di wilayah itu, Minggu (13/10/2019). (ANTARA/HO-Satgas TMMD)

Parigi (ANTARA) - Prajurit TNI yang masuk dalam Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Deaa (TMMD) ke-106 mengajari anak-anak di desa terpencil di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah membaca dan berhitung menggunakan bahasa daerah setempat. 

Dandim 1306/Donggala Kolonel Inf Widya Prasetyo, di Palu, Minggu mengatakan mengajar menggunakan bahasa daerah untuk memudahkan proses belajar mengajar.

Serda Abdul Zaid, kata dia, salah seorang prajurit bertindak sebagai guru sementara bertugas mengajar anak-anak di Desa Ogoalas, Kecamatan Tinombo. Tugas keseharian Zaid sebagai Babinsa di wilayah tersebut. 

Berbekal kemahirannya berbahasa Lauje (bahasa daerah setempat) Zaid kemudia dipercayakan mengisi materi membaca dan berhitung kepada naka-anak di pedalaman yang menjadi desa sasaran TMMD saat ini. 

"Saya mengapresiasi kemampuan Serda Zaid yang sudah ikut membantu mencerdaskan anak-anak di desa terpencil, " kata dia menambahkan. 

Menurut Dandim, anak-anak usia sekolah di wilayah terpencil perlu mendapat perhatian, khsusunya memberikan pemahaman pendidikan sebab mereka kelak akan menjadi generasi penerus bangsa. 

"Apa yang sudah kami fasilitasi, paling tidak bisa menambah wawasan anak-anak disana agar mereka bisa berbahasa indonesia dengan baku dan bisa berhitung, "ujarnya. 

Serda Abdul Zaid, salah seorang anggota satgas TMMD mengatakan kemampuan berbahasa Indonesia harus didasari dengan mengenal huruf kapital dan berhitung sehingga kedepan dapat berguna untuk memahami materi pelajaran lainnya di sekolah.

"Anak-anak sangat antusias belajar, sangat mudah menangkap materi yang diajarkan, yang terpenting kita harus mempunyai kemauan yang keras untuk bisa memberikan materi pelajaran tersebut sehingga sumber pengetahuan mereka berkembang," jelasnya.
Pewarta :
Editor : Muhammad Hajiji
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar