Wabub Parigi: Budidaya burung walet bisnis menjanjikan

id burung walet,sarang walet, bisnis menjanjikan, parigi moutong

Wabub Parigi: Budidaya burung walet bisnis menjanjikan

Suasana kegiatan Fokus Grup Diskusi (FGD) tentang pengembangan potensi ekspor sarang burung walet dan permasalahannya yang di laksanakan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, di Parigi, Selasa (10/12/2019). ANTARA/HO-Humas Pemkab Parigi Moutong

Parigi (ANTARA) - Wakil Bupati Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Bandrun Nggai mengatakan budidaya burung walet menjadi bisnis yang cukup menjanjikan di kabupaten tersebut.

"Budidaya burung walet juga membutuhkan anggaran yang cukup besar karena peternak harus membuat bangunan bertingkat sebagai ruang produksi," ujar Badrun saat menghadiri kegiatan Fokus Grup Diskusi pengembangan potensi ekspor sarang burung walet dan permasalahannya, di Parigi, Selasa.

Sarang burung walet merupakan salah satu burung komoditas ekspor dan sangat istimewa karena memiliki manfaat terutama hasil dari air liurnya yang memiliki nilai ekonomis.

Menurut dia, budidaya burung walet rumahan memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi namun tidak semua masyarakat mampu menjalankan bisnis tersebut, mengingat biaya pembangunan rumah produksi cukup tinggi.  

"Tidak heran saat ini sebagaian besar sepanjang jalan Trans Sulawesi mulai Kecamatan Sausu hingga Kecamatan Moutong banyak bangunan bertingkat untuk dijadikan sebagai lingkungan buatan burung walet," kata Badrun menambahkan.

Dia menilai, Parigi Moutong sangat cocok untuk pengembangan ternak burung dengan nama latin 'Collocalia vestita' yang didukung dengan ketersediaan lahan serta masih banyak ditemukan kawasan hutan dan tempat-tempat lembab termasuk lahan persawahan sebagai tempat mereka mencari makanan.

Namun di sisi lain, peternak masih banyak yang belum memiliki pengetahuan tentang karakteristik burung tersebut, sehingga banyak permasalahan yang sering ditemui dalam pembudidayaannya. Disamping itu, mengenal habitannya juga penting guna diadopsi di lingkungan buatan sebagai ruang produksi untuk berkembang biak membuat sarang.

Pengaturan suhu dan tingkat kelembaban pada lingkungan buatan menjadi penentu tingkat kualitas produksi sarang.

"Jika suhu tidak optimal maka akan menyebabkan air liur walet cepat mengering akibatnya sarang yang dibuat gampang patah, tentunya berpengaruh terhadap kualitas dan nilai jualnya pun sudah pasti menurun," tutur dia. 
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar