Matt Wright kumpulkan dana untuk evakuasi buaya ban

id buaya berkalung ban,palu,sulteng

Matt Wright kumpulkan dana untuk evakuasi buaya ban

Dokumentasi buaya liar yang terjerat ban bekas sepeda motor berjemur di muara Sungai Palu, Sulawesi Tengah. Foto diambil pada 11 juli 2019. ANTARA FOTO/Mohammad Hamzah

Teman-teman, Badan Sumber Daya Alam Sulawesi Tengah yang lebih dikenal sebagai BKSDA telah meminta bantuan kami untuk mengumpulkan dana yang sangat dibutuhkan untuk membantu tim konservasi yang kekurangan sumber daya mereka
Palu (ANTARA) - Matt Wright, salah satu ahli buaya asal Australia membantu mengumpulkan dana untuk proses evakuasi buaya yang terlilit ban bekas sepeda motor di lehernya, di Palu, Sulawesi Tengah.

Hal itu terlihat dari posting-an Wright di salah satu situs crowdfunding & fundraising, yakni Gofundme.

Dalam donasi yang diunggah pada 14 Februari, ahli buaya asal Australia ini menyebutkan dana ini diperuntukkan Balai Konservasi Sumberdaya Alam Sulawesi Tengah, dalam membantu tim konservasi yang kekurangan sumber daya.

''Teman-teman, Badan Sumber Daya Alam Sulawesi Tengah yang lebih dikenal sebagai BKSDA telah meminta bantuan kami untuk mengumpulkan dana yang sangat dibutuhkan untuk membantu tim konservasi yang kekurangan sumber daya mereka," tulis Wright.

Baca juga: Dua warga asing asal Pranscis coba tangkap buaya berkalung ban di Palu

Ia juga menjelaskan, bahwa saat ini dia tengah bekerja sama dengan BKSDA untuk mencoba menyelamatkan buaya yang lehernya terperangkap ban di Sungai Palu, Sulawesi Tengah. Tidak hanya itu, ia juga mendidik tim BKSDA setempat, bagaimana tekhnik penangkapan dan penanganan yang aman.

''Pada saat yang sama kami membantu mendidik tim BKSDA setempat dalam teknik penangkapan dan penanganan yang aman," tulisnya.

Dalam aplikasi itu Wright menjelaskan, ''Dukungan apa pun sangat kami hargai. Terima kasih," katanya.

Baca juga: Roti buaya berkalung ban di Palu diburu warga
Baca juga: Warga Luwu tidak diizinkan tangkap buaya berkalung ban di Palu
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar