Haib Saggaf: Guru Tua menyebarkan ilmu pengetahuan

id Haul Guru Tua,Habib Saggaf,Ketua Utama Alkhairaat,Alkhairaat

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kiri) memberi hormat kepada Ketua Utama Alkhairaat Sayyid Sagaf bin Idrus bin Salim Aljufri (duduk di kursi) pada peringatan hari wafat (Haul) ke-50 tahun Sayyid Idrus bin Salim Aljufri di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (30/6). Peringatan haul pendiri Al-Khairaat yang dihadiri puluhan ribu warga dari dalam dan luar negeri itu dimaksudkan untuk mengenang kembali bakti Guru Tua yang telah meletakkan dasar-dasar pendidikan dan dakwah bagi umat Islam, khususnya di wilayah Timur Indonesia. (ANTARASulteng/Basri Marzuki)

Ini satu kabar gembira bagi kita ulama dan pengajar di Alkhairaat, kalian jangan berkecil hati ditempatkan di pelosok-pelosok dengan haji atau honor yang kecil
Palu,  (Antaranews Sulteng) - Ketua Utama Alkhairaat, Habib Sayyid Saggaf bin Muhammad Aljufri Habib Saggaf menjelaskan misi utama Habib Sayyid Idrus Bin Salim Aljufri sebagai pendiri Perguruan Alkhairaat atau dikenal dengan guru tua, yakni menyebarkan ilmu pengetahuan. 

"Bahkan sampai akhir hayatnya pun, Guru Tua masih tetap mengajar kepada murid-muridnya," kata Habib Saggaf dihadapan puluhan ribu warga Alkhairaat atau Abnaulkhairaat pada peringatan Haul Guru Tua ke 50, di kompleks Perguruan Alkhairaat di Kota Palu, Sabtu.

Peringatan Haul juga dihadiri Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, yang mewakili Presiden RI Joko Widodo.

Habib Saggaf mengucapkan terimakasih atas kunjungan para abnaulkhairaat, tidak hanya dari seluruh penjuru Indonesia, tetapi ada pula yang khusus datang dari luar negeri yakni Hadramaut (Yaman).
Kata Habib Saggaf, pelaksanaan Haul kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana dilaksanakan di dalam kompleks perguruaan Alkhairaat dengan luas sekitar 4 hektare.

"Lokasi ini bantuan hibah dari Presiden Suharto, sekaligus pembangunan 10 ruang kelas, sebuah asrama dengan gedung pertemuan, poliklinik dan ruang keterampilan. Semoga ini merupakan amal saleh almarhum pada hari akhirat nanti," kata Habib Saggaf.

Kepada para guru dan pendidik di Perguruan Alkhairaat, Habib Saggaf menjelaskan sebuah hadits Rasulullah SAW yang artinya, Sesungguhnya Allah, para malaikat-Nya, penduduk langit dan bumi sampai pun semut di sarangnya dan ikan di lautan turut mendoakan kebaikan untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.  

"Ini satu kabar gembira bagi kita ulama dan pengajar di Alkhairaat, kalian jangan berkecil hati ditempatkan di pelosok-pelosok dengan haji atau honor yang kecil," ungkap Habib Saggaf.

Habib Saggaf berharap kepada para guru-guru Alkhairaat agar tetap sabar dan tabah dalam mengerjakan tugas yang mulia ini. karena itu juga merupakan tugas nabi besar Muhammad SAW.
Kemudian Habib Saggaf kembali menjelaskan hadits yang lain, yang artinya, barangsiapa yang menginginkan dunia maka hendaklah berilmu. Barangsiapa yang menginginkan akhirat, maka hendaklah dengan ilmu. Barangsiapa yang menginginkan keduanya, maka hendaklah dengan ilmu.

"Olehnya kaum muslimin diwajibkan untuk belajar," ujar Habib.

Menurut Habib, kaum muslimin tidak hanya diperintahkan untuk belajar ilmu agama saja, tetapi juga menyangkut ilmu-ilmu dunia. Hal itu kata dia, seperti hadits, tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina.
"Maksudnya bukan belajar ilmu agama, tetapi Cina saat itu sudah dikenal penduduk dunia dengan peradabannya," jelas Habib Saggaf.
Habib Saggaf menegaskan umat Islam sebagai mayoritas, harusnya berkualitas, harus bangkit dan terus belajar akan ilmu pengetahuan. Karena dalam agama, kewajiban akan belajar dari ayunan hingga liang kubur. ***
Pewarta :
Editor: Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar