Peringati Hari Lingkungan Hidup, DSLNG Tanam 700 bibit pohon

id DSLNG,TANAM POHON

General Manager Kilang DSLNG Ian Woodhead (kanan) menyerahkan bibit pohon mangga secara simbolis kepada perwakilan kelompok koperasi binaan Program CSR DSLNG untuk ditanam di lokasi-masing-masing. (Antaranews Sulteng/Humas DSLNG)

Data WHO: WHO, tercatat setiap tahun ada tujuh juta orang meninggal dunia akibat polusi udara.
Luwuk (ANTARA) - Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2019, PT Donggi-Senoro LNG bersama-sama dengan para pemangku kepentingan, menggelar kegiatan bhakti lingkungan berupa penanaman pohon, pada Jumat (12/7). 

Sebanyak 350 bibit pohon ditanam di lokasi kilang LNG dan 350 bibit lainnya diserahkan kepada kelompok dampingan DSLNG dalam program tanggung jawab sosial kemasyarakatan (CSR) untuk ditanam di area masing-masing.

Sejalan dengan tema peringatan tahun ini yaitu 'elawan Polusi Udara, penanaman pohon ini diikuti oleh karyawan DSLNG dan perwakilan perusahaan kontraktor yang ada di lingkungan Kilang DSLNG di Desa Uso, Kecamatan Batui. Selain itu, sejumlah perwakilan koperasi binaan program CSR DSLNG serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banggai. 

General Manager Kilang DSLNG Ian Woodhead yang memimpin acara penanaman pohon tersebut menyampaikan bahwa DSLNG merupakan perusahaan yang memiliki komitmen terhadap lingkungan hidup dan kegiatan penanaman pohon ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan melalui penghijauan.

Baca juga: DSLNG kembali lepasliarkan 17 ekor maleo di Suaka Margasatwa Bakiriang
Baca juga: DSLNG Senoro tercatat dua kali selamatkan korban laut


Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banggai Derthan EF Polunggu megemukakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini ditandai dengan peringatan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) tentang salah satu ancaman terbesar terhadap kesehatan manusia yaitu polusi udara. 

Mengutip data WHO, tercatat setiap tahun ada tujuh juta orang meninggal dunia akibat polusi udara. Di seluruh dunia tercatat 9 dari 10 orang terpapar pencemaran udara yang berasal dari kendaraan bermotor, industri pertanian, dan pembakaran sampah.

Derthan menambahkan upaya pengendalian polusi udara memerlukan dukungan sebagaimana gerakan moral menanam pohon. Dengan menambah jumlah pohon berarti menambah kapasitas reduksi polusi udara sehingga mahluk hidup dapat menikmati udara yang segar.

Dalam kesempatan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banggai juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada DSLNG yang melakukan aksi menanam pohon sebagai bukti nyata berperan aktif dalam upaya menciptakan udara yang bersih. 

Apresiasi juga diberikan karena telah melakukan upaya pengelolaan lingkungan yang dipersyaratkan sesuai dengan ketentuan dan peretaruran yang berlaku yang dibuktikan dengan hasil penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan dengan diperolehnya PROPER Biru. Serta atas kesigapan DSLNG mengambil peran membersihkan tumpahan minyak mentah sawit (CPO) saat kecelakaan mobil tanki bermuatan CPO 26 Mei 2019 sehingga tidak menyebabkan pencemaran lingkungan perairan. 
Baca juga: Peringati enam tahun Pusat Informasi Migas, DSLNG gelar 'Hari Kreatif'
Baca juga: DSLNG donasikan Rp3 miliar untuk pemulihan pascabencana Pasigala

 
Senior Manager Relations & Communications DSLNG Shakuntala Sutoyo turut serta dalam aksi menanam pohon. (Antaranews Sulteng/Humas DSLNG)
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar