Tolitoli jadi lokasi proyek konservasi dugong

id Dugong

Dugong (Istimewa)

Keberhasilan proyek ini diharapkan berdampak pada sektor pariwisata
Tolitoli jadi lokasi proyek konservasi dugong

Tolitoli - Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah menjadi salah satu kabupaten/kota yang ditunjuk menjadi lokasi proyek konservasi dugong (ikan duyung) di Indonesia.

Sebagai tindak lanjut program tersebut, Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut Ditjen Pengelolaan Ruang Laut Kementrian Kelautan dan Perikanan menggelar konsultasi publik konservasi dugong (ikan duyung) dan padang lamun di salah satu hotel di Kabupaten Tolitoli, pekan lalu.

Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah perwakilan instansi di lingkup pemkab, TNI Angkatan Laut, Kepolisian, tokoh masyarakat, dan nelayan dari 10 kecamatan di wilayah itu.

Dalam kegiatan tersebut Kasi Pelestarian Keanekaragaman Hayati Kementerian Kelautan dan Perikanan Suraji mengatakan proyek tersebut bertujuan untuk melakukan upaya perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan berkelanjutan terhadap dugong.

Selain itu, tahapan program diharapkan dapat memperkenalkan DSCP ((Dugong and Seagrass Conservation Project) Indonesia kepada pemerintah daerah dan stakeholder di Tolitoli.

"Kami berharap program ini mendapat dukungan pemerintah daerah unsur masyarakat dan stakeholder," kata Suraji di hadapan peserta kegiatan.

Dalam pertemuan itu, sejumlah pihak menyampaikan informasi tentang wilayah potensial implementasi proyek tersebut.

Aparat penegak hukum yang hadir juga meminta pihak kementrian ikut menyosialisasikan hukum tentang larangan penangkapan dugong ke masyarakat.

"Untuk mendukung kelancaran program tersebut masyarakat harus diberikan pemahaman hukum terlebih dahulu," ungkap Wakapolres Tolitoli Komisaris Polisi Doni Prakoso.

Usai mengikuti kegiatan tersebut, kementrian didampingi pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Tolitoli langsung melakukan survai kesejumlah kecamatan.

Adapun beberapa wilayah di Tolitoli yang dianggap potensial yakni, Kecamatan Dampal Selatan, Kecamatan Dondo, Kecamatan Basidondo, dan Ogodeide.

"Sudah ada empat kecamatan yang menjadi calon lokasi pelaksanaan proyek, namun belum ditetapkan, tergantung hasil survai nanti," ungkap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Tolitoli, Hardiyan Saad.

Sesuai dengan jadwal, rencananya tim akan melakukan survei secara resmi ke 10 kecamatan di Tolitoli pada tanggal 12 hingga 16 September 2016 mendatang. Adapun tiga model survai yang akan dilakukan yakni, survai udara, lamun, dan kuesioner.

Anggaran proyek tersebut berasal dari dana hibah Global Environment Facility (GEF) sebesar USD 829.353.20 selama tiga tahun, yakni 2016 hingga 2018 di empat kabupaten/kota di lndonesia yakni, Bintan, Riau, Kotawaringin Barat, Alor dan Tolitoli.

"Kami juga berharap keberhasilan proyek ini dapat berdampak terhadap kemajuan pariwisata, khususnya di daerah tempat terlaksananya proyek ini. Kami bangga Tolitoli menjadi satu-satunya wakil Sulawesi Tengah dalam pelaksanaan proyek," tutur Hardiyan.

Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar