BPPW Sulteng: Gedung Anutapura Medical Center gunakan struktur peredam gempa

id BPPW Sulteng,Gedung RS Anutapura ,Tahan gempa,Sulawesi Tengah

BPPW Sulteng: Gedung Anutapura Medical Center gunakan struktur peredam gempa

Gedung Anutapura Medical Center RSUD Anutapura Palu yang baru dibangun. (ANTARA/HO-Angelina)

Palu (ANTARA) - Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Sulawesi Tengah mengatakan fasilitas gedung Anutapura Medical Center (AMC) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anutapura Palu menggunakan struktur peredam gempa atau teknologi lead rubber bearing (LRB).

"Gedung AMC dilengkapi alat untuk mendeteksi kondisi struktur bangunan, seperti mendeteksi kekuatan strukturnya dan pengaruhnya sehingga bisa diidentifikasi struktur bangunan apabila telah terjadi kerusakan atau tidak," kata Kepala Seksi Wilayah l BPPW PUPR Sulteng Aksa H. Mardani di Palu, Rabu.
 
Ia mengatakan penggunaan teknologi LRB ini bertujuan meredam gaya gempa yang timbul pada bangunan sehingga gedung AMC ini dapat tetap beroperasi melayani pasien ketika terjadi bencana gempa.
 
Dia berharap dengan adanya teknologi peredam gempa dampak memberikan manfaat yang nyata, dan mengurangi ancaman bahaya karena Kota Palu merupakan salah satu daerah yang rawan gempa bumi.
 
"Kami berharap apabila terjadi gempa, pegawai tidak perlu takut dan rumah sakit tetap bisa beroperasi karena gedung telah menggunakan peredam gempa,” katanya.
 
Menurut dia, gedung AMC RS Anutapura diperkirakan sudah mulai dapat memberikan pelayanan untuk masyarakat Kota Palu dan sekitarnya pada akhir Juli atau awal Agustus 2023, setelah satu tahun lebih dalam proses pembangunan.
 
Gedung tersebut terdiri dari empat lantai bangunan dan satu semi basement yang di dalamnya terdapat ruang Unit Gawat Darurat (IGD), ruang poliklinik, ruang rawat inap, ruang ICU, ruang operasi, dan ruang pelayanan lainnya.
 
Gedung AMC RS Anutapura sendiri mengalami kerusakan parah saat bencana gempa, tsunami dan likuefaksi pada September tahun 2018 silam.
 
Pekerjaan pembangunan gedung AMC RS Anutapura dilaksanakan oleh PT Adhi Karya sejak Desember 2021 dengan dana loan Infrastructure Reconstruction Sector Loan (IRSL) Japan International Cooperation Agency (JICA) sebesar Rp234 miliar.