Dua daerah di Sulteng terendam banjir

id BPBD Sulteng ,Banjir,Kabupaten Poso,Kabupaten Tojo Una-una ,Sulawesi Tengah

Dua daerah di Sulteng terendam banjir

Banjir merendam rumah warga di Kelurahan Sayo, Kabupaten Poso, Jumat (3/5/2024). (ANTARA/HO-BPBD Sulteng)

Palu (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyebutkan dua daerah di provinsi ini terendam banjir akibat intensitas hujan tinggi pada Jumat (3/5) pagi.
 
"Dari laporan yang kami terima, dua daerah yang terendam banjir yakni Kelurahan Sayo, Kecamatan Poso Kota di Kabupaten Poso dan Desa Uedele, Kecamatan Tojo di Kabupaten Tojo Una-Una," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Sulteng Andy Sembiring di Kota Palu, Jumat.
 
Ia menjelaskan peristiwa banjir terjadi di Kabupaten Poso pada sekitar pukul 07.00 WITA, dan di Kabupaten Tojo Una-Una pukul 04.00 Wita karena intensitas curah hujan yang tinggi menyebabkan meluapnya air sungai daerah setempat sehingga menggenangi permukiman warga.
 
Andry Sembiring mengatakan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Poso dan Tojo Una-Una saat ini masih berkoordinasi dengan aparat desa setempat dan melakukan asesmen di lapangan.
 
Dia menyebut berdasarkan asesmen sementara, 16 kepala keluarga (KK) terdampak banjir, 14 unit rumah terendam dan satu bangunan taman kanak-kanak terendam banjir dengan ketinggian mencapai pinggang orang dewasa di Kelurahan Sayo, Kecamatan Poso Kota.
 
"Sebanyak 16 kepala keluarga memilih untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sementara itu, hujan dengan intensitas tinggi masih berlangsung hingga saat ini," katanya.
 
Sebanyak 50 unit rumah terendam di Desa Uedele, Kecamatan Tojo dan tidak ada warga mengungsi di daerah ini. Selain itu, hujan telah berhenti dan air mulai berangsur-angsur surut.
 
Ia mengatakan pihaknya saat ini segera berupaya untuk melakukan normalisasi sungai di kedua daerah terdampak banjir tersebut dan melakukan pemeliharaan drainase untuk menghindar terjadinya banjir susulan.
 
Dia juga mengingatkan warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaan apabila bermukim di kawasan rawan banjir dan tanah longsor.*