Banggai Laut Akan Miliki Pelabuhan Perikanan

id atjo

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah Hasanuddin Atjo (Foto antara/ Rolex Malaha)

Palu,  (antarasulteng.com) - Kabupaten Banggai Laut, salah satu daerah kepulauan di Sulawesi Tengah, mendapatkan alokasi dana Rp4 miliar dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk memulai pembangunan pelabuhan perikanan di daerah itu.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng Hasanuddin Atjo di Palu, Kamis, mengatakan pelabuhan perikanan yang pertama di wilayah Kepulauan Banggai akan dibangun di kawasan Mato, Desa Gonggong, Kecamatan Banggai Tengah, Kabupaten Banggai Laut.

Perencanaan pembangunan pelabuhan perikanan itu sudah dilakukan sejak 2015 bahkan di lokasi tersebut sedang dibangun gudang pendingin (cold storage) untuk penampungan ikan berkapasitas 200 ton.

"Semula kita tidak mendapatkan alokasi untuk 2018, tetapi karena perencanaan kita lengkap dengan progam-program implementatif yang dinilai baik, Kementerian KP akhirnya mengalokasikan Rp4 miliar untuk tahap awal pembangunan," ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa untuk tahap awal, dana APBN Kementerian KP itu akan dimanfaatkan untuk pembuatan tanggul, pembangunan talud dan pematangan lahan.

Selain dermaga dan berbagai fasilitas untuk nelayan, akan dibangun pula pabrik es dan stasiun pengisian bahan bakar untuk nelayan (SPDN) guna memudahkan nelayan memenuhi kebutuhan bahan bakar untuk melaut.

Dalam kunjungan ke Kabupaten Banggai Laut dan Banggai Kepulauan beberapa bulan lalu, tim DKP Sulteng yang dipimpin Hasanuddin Atjo mendapatkan informasi dari sejumlah nelayan bahwa ketiadaan pelabuhan perikanan di kedua kabupaten itu menyebabkan nelayan menjual ikannya di tengah laut kepada kapal-kapal pengumpul ikan dari berbagai daerah.

"Meskipun harganya murah, kami terpaksa menjual kepada kapal-kapal pengumpul di tegah laut karena tidak ada sarana dan fasilitas untuk membongkar hasil tangkapan di daratan," ujar seorang nelayan.

Karena itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banggai Laut Abdullah Malida menyambut gembira rencana pembangunan pelabuhan perikanan di daerahnya karena akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan nelayan dan pendapatan daerah.

Selama ini, kata Malida, pemerintah daerah belum bisa memaksimalisasi pelayanan kepada nelayan dan optimalisasi penerimaan pendapatan daerah dari sektor perikanan karena belum adanya pelabuhan pendaratan ikan.

Hal itu juga menyebabkan harga ikan untuk konsumsi masyarakat relatif mahal karena ikan hasil tangkapan nelayan setempat hanya sedikit yang masuk ke pasar-pasar lokal.

Malida juga mengemukakan bahwa dengan berdirinya pelabuhan perikanan di daerahnya, maka pengawasan terhadap nelayan yang masih menggunakan bahan peledak diharapkan akan lebih efektif. (skd)
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar