CEO IMIP: kami rindu kunjungan DPR RI

id imip

Alexander Barus (kanan) (kemenperin.go.id)

Sayang sekali, bapak dan ibu Anggota Komisi VII belum melihat kami, kami sebetulnya sangat rindu untuk dikunjungi bapak-ibu
Palu, (Antaranews Sulteng) - Chief Eksekutif Officer (CEO) PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) Alexander Barus mengatakan pihaknya merindukan kunjungan Komisi VII DPR RI untuk melihat kondisi kawasan industri pertambangan nikel di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah itu.

"Sayang sekali, bapak dan ibu Anggota Komisi VII belum melihat kami, kami sebetulnya sangat rindu untuk dikunjungi bapak-ibu," ungkap Alexander di hadapan Gubernur Sulteng Longki Djanggola dan tim Komisi VII DPR yang dipimpin Ketua Komisi VII Gus Irawan Pasaribu di Palu, Rabu.

Komisi VII DPR yang membidangi masalah Energi Sumber Daya Mineral, Riset & Teknologi, Lingkungan Hidup, melakukan kunjungan kerja di Kota Palu, salah satunya mengunjungi pertambangan emas di Kelurahan Poboya yang dikuasasi oleh PT Citra Palu Mineral.

Baca juga: IMIP buka 2.000 lowongan kerja tenaga operator

"Bapak-bapak silahkan lihat masyarakat di sana (Bahadopi), hanya hitungan jari yang menggunakan sepeda motor," ungkap Barus.

Kepada Gubernur Longki, Barus mengatakan bahwa yang perlu diantisipasi adalah transformasi psikologis masyarakat, sebelumnya tidak punya uang, saat ini mempunyai banyak uang.

Kata dia, karyawan PT IMIP sekitar 21 ribu orang tenaga kerja lokal, dan diperkirakan dua tahun akan datang akan mencapai sekitar 27 ribu orang.

Barus juga menjelaskan perkembangan PT IMIP dimana saat ini sudah sampai pada industri hirilisasi akhir.

"Pabrik stainless steell di IMIP nomor 2 terbesar di dunia," ungkapnya.

Bagi dia, IMIP memberikan kemudahan dalam berinvestasi dan memberikan keamanan dalam kawasan tersebut.

"Saya yakinkan keamanan bagi investor," ujarnya.

Selain itu, untuk tenaga kerja asing, IMIP mempekerjakan sekitar 10 persen dari jumlah tenaga kerja lokal atau sekitar 2.200 orang.

"Orang China sangat aman di Morowali, mereka justru minta lagi, tapi kami sudah tutup. Karena ada keterbatasan sosial dan lingkungan yang tidak bisa menampung lagi," imbuhnya.

Di tahun 2018, sebanyak tiga pabrik pengolahan baja (smelter) dan dua unit Pembangkit Litsrik Tenaga Uap (PLTU) direncanakan akan dibangun lagi dalam kawasan IMIP.

"Saya kira, ini harus kita jadwalkan, sehingga kita lihat fakta dan tidak fiktif. Kita juga lihat manfaatnya buat Sulteng, Morowali dan rakyat," kata Ketua Komisi VII DPRD Gus Irawan Pasaribu. 

Baca juga: IMIP minta bantuan DPR RI soal TKA
Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar