Pemkab Bantul: PTM penuh disesuaikan dengan kondisi sekolah

id Isdarmoko

Pemkab Bantul: PTM penuh disesuaikan dengan kondisi sekolah

Kantor Pemkab Bantul (ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan bahwa pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara penuh atau 100 persen di daerah ini disesuaikan dengan kondisi di masing-masing sekolah.

"Sesuai arahan dari Pak Presiden dan Pak Menteri ketika rapat koordinasi, kondisi Bantul sudah kondusif, dan kita sudah mulai PTM 100 persen walaupun dengan catatan, catatannya tentu sesuai dengan situasi dan kondisi," kata Kepala Dinas Dikpora Bantul Isdarmoko di Bantul, Ahad.

Menurut dia, dengan demikian setiap sekolah di Bantul tidak serta merta menerapkan PTM secara penuh, melainkan tergantung kesiapan sarana termasuk kondisi sekolah yang memungkinkan memaksimalkan semua siswa masuk sekolah.

"Jadi tidak serta merta kemudian harus penuh seperti yang di dalam SKB (Surat Keputusan Bersama) Menteri itu, artinya ketika ada sekolah yang memang belum bisa maksimal untuk 100 persen, dan masih sif kita izinkan," katanya.

Dia mengatakan, dikarenakan masih ada sekolah yang sebenarnya memenuhi persyaratan untuk menerapkan PTM penuh, baik dari sisi vaksinasi, maupun zona resiko rendah kasus COVID-19, tetapi kapasitas parkir tidak memadai, sehingga berpotensi menimbulkan kerumunan.

"Ternyata ada sekolah yang ketika waktu antar jemput siswa itu tempat parkir terlalu sempit, sehingga tidak bisa 100 persen," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, terhadap sekolah seperti ini diberlakukan sif atau dengan mengatur waktu sedemikian rupa atau ada selang waktu agar waktu masuk dan pulang sekolah berbeda, sehingga penerapan jaga jarak bisa dipenuhi.

"Contoh di salah satu SMP itu kelas satu masuk jam 07.00 WIB, kelas dua masuk jam 07.30 WIB, kemudian kelas tiga masuk jaman 08.00 WIB, kemudian pulangnya juga tidak bersamaan, sehingga ini mengurangi kerumunan," katanya.

Dia juga mengatakan, penerapan PTM penuh di sekolah Bantul juga akan terus dipantau dan diawasi bersama tim dari komite sekolah, agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan lancar, tidak menimbulkan kerawanan di saat masih pandemi COVID-19 ini.

"Intinya sudah mulai sejak 3 Januari kemarin walaupun ada sekolah yang masih persiapan, tapi kalau DIY sepakat tanggal 10 Januari, jadi harapannya nanti bisa sepenuhnya semua, tapi Bantul dari 3 Januari sudah jalan, sambil kita pantau dan berikan saran-saran, arahan-arahan," katanya.*
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2022