Pengembangan kawasan pangan untuk tingkatkan ekonomi Sulteng

id Gubernur Sulteng,Kawasan pangan nusantara,Rusdy Mastura,Pemprov Sulteng,Ekonomi Sulteng

Pengembangan kawasan pangan untuk tingkatkan ekonomi Sulteng

Gubernur Sulteng Rusdy Mastura bersama pihak Kementerian PUPR meninjau lokasi titik pengambilan dan pengembangan air untuk kawasan pangan nusantara, di Desa Talaga, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala. (ANTARA/HO-Biro Administrasi Pimpinan Setda Pemprov Sulteng)

Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyatakan bahwa pengembangan kawasan pangan  di Desa Talaga, Kabupaten Donggala, bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi Sulteng.

"Kawasan pangan di Donggala menjadi satu pendekatan pemberdayaan petani, pembukaan lapangan kerja, serta untuk mendorong peningkatan produksi dan nilai tambah sektor unggulan berbasis kawasan," kata Tenaga Ahli Gubernur Sulawesi Tengah M Ridha Saleh di Palu, Kamis.

Gubernur Rusdy Mastura menerbitkan keputusan Nomor 504/117.1/DBMPR-G.ST/2022 yang menetapkan Desa Talaga sebagai kawasan pangan program peningkatan penyediaan pangan nasional dengan luas lahan 1.123,59 hektare, yang kemudian menjadi dasar Pemerintah Pusat untuk menindaklanjutinya sebagai kawasan pangan strategis nasional.

Ridha menyebut Pemerintah Pusat telah mengakomodir usulan Gubernur Sulteng Rusdy Mastura tentang penetapan kawasan pangan di Donggala sebagai salah satu proyek strategis nasional.

"Pembangunan sarana dan infrastruktur kawasan pangan sudah dimulai sejak 2022, meliputi jalan, penyediaan air dan beberapa sarana dan infrastruktur penunjang," sebutnya.

Kawasan pangan ini, katanya, menjadi upaya untuk percepatan pertumbuhan ekonomi Sulteng dan pengentasan kemiskinan.

Berdasarkan data Pemprov Sulteng, pertumbuhan ekonomi Sulteng pada akhir 2022 mencapai angka 11,17 persen. Pertumbuhan ini dinyatakan relatif stabil, dibanding pertumbuhan triwulan pertama 2022 yang berada di angka 11,09 persen.

Pertumbuhan ekonomi ini, ujar dia, berdampak pada penurunan kemiskinan. Data Pemprov Sulteng menyebut Maret 2021 kemiskinan Sulteng berada di angka 13 persen menurun menjadi 12,33 persen pada 2022 atau turun sebesar 0,67 persen.

Dengan angka itu, kata dia, jumlah orang miskin berkurang sebanyak 16 ribu orang lebih dari 404,44 ribu orang miskin pada 2021 menjadi 388,35 ribu orang pada 2022.
 

Pemprov Sulteng, sebut dia, terus melakukan beberapa terobosan lewat kebijakan dan inovasi, di antaranya peningkatan produksi dan nilai tambah sektor unggulan berbasis kawasan, salah satunya adalah pengembangan kawasan pangan di Donggala.

Di samping kawasan pangan di Donggala, ujar dia, Pemprov Sulteng juga mengembangkan kawasan pangan lainnya di antaranya di Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, dan Banggai.


 
Pewarta :
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2023