LPBI-NU bantu stimulan modal usaha perempuan korban bencana Sulteng

id LPBI-NU,Penyintas Pasigala,Stimulan korban bencana

Ini dalam rangka mendukung percepatan pemulihan ekonomi pascabencana di Pasigala (Palu, Sigi, dan Donggala), khususnya untuk pemulihan mata pencaharian perempuan pengusaha mikro penyintas bencana (Dok-LPBI-NU)

Ini dalam rangka mendukung percepatan pemulihan ekonomi pascabencana di Pasigala (Palu, Sigi, dan Donggala), khususnya untuk pemulihan mata pencaharian perempuan pengusaha mikro penyintas bencana
Palu (ANTARA) - Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU), bekerja sama dengan Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) dan ChildFund, AKH Germany, memberikan modal usaha untuk perempuan pengusaha mikro penyintas bencana di Kota Palu, Sigi dan Donggala.

Bantuan tersebut diinisiasi dalam program ‘Sulawesi Early Recovery Phase (SERP) – Transitional Education and Livelihood for Women (Young Women and Mothers) in Micro Enterprises’.

Program ini akan dilaksanakan selama enam bulan, periode Maret-Agustus 2019.

"Ini dalam rangka mendukung percepatan pemulihan ekonomi pascabencana di Pasigala (Palu, Sigi, dan Donggala), khususnya untuk pemulihan mata pencaharian perempuan pengusaha mikro penyintas bencana," kata Iwan Setiyoko, Project Coordinator of Livelihood - SERP Project dalam siaran persnya diterima di Palu, Senin (1/7).

Iwan menyebut, total dana yang akan didistribusikan untuk seluruh sasaran program tersebut sebesar Rp1,43 miliar.

Penyaluran perdana dilakukan di Desa Lende Tovea dan Desa Tompe, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala pada Senin.

Baca juga : UNICEF komitmen bantu pemulihan pengungsi bencana Palu

Serikat pekerja Pertamina berdayakan korban Bencana Sigi


Dia mengatakan target yang ingin dicapai melalui program tersebut adalah mengembalikan mata pencaharian 555 perempuan, melalui pengembangan dan penguatan kapasitas usaha mikro yang mereka lakukan, sebagai upaya peningkatan peluang pendapatan bagi diri dan keluarganya.

Saat ini, mereka tergabung dalam 20 kelompok perempuan pengusaha mikro yang tersebar di sembilan desa/kelurahan.

Iwan mengatakan pengorganisasian melalui kelompok ini akan memudahkan pelaksana program dalam melakukan proses pendampingan secara efektif dan efisien.

Mereka juga sudah didampingi untuk menyusun rencana usaha (business plan) sebagai panduan dalam pengelolaan usaha yang akan dijalankan ke depannya.

Selain itu, untuk mengakselerasi pengembangan usaha yang dijalankan, mereka akan diberikan stimulan modal, agar usaha yang dijalankan nantinya mampu mendukung upaya pemulihan mata pencaharian keluarga yang sedang dilakukan.

Editor : Ridwan Chaidir
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar