Ahli Gizi: dianjurkan pola makan gizi seimbang saat kemarau

id Kemarau, Gizi Seimbang

Ilustrasi - Tim MSR-ACT ketika memberikan bantuan tahap dua bagi balita yang mengalami gizi buruk di Agam. (Dokumentasi ACT Sumbar)

Saat kemarau, perlu konsumsi makanan dengan gizi yang seimbang agar kebutuhan gizi terpenuhi
Jakarta (ANTARA) - Ahli gizi Doktor Matthew menganjurkan masyarakat untuk menerapkan pola makan dengan gizi yang seimbang selama musim kemarau.

"Saat kemarau, perlu konsumsi makanan dengan gizi yang seimbang agar kebutuhan gizi terpenuhi," katanya di Jakarta, Senin.

Untuk memenuhi gizi yang seimbang tersebut, kata dia, masyarakat perlu memperbanyak konsumsi makanan dari bahan yang segar dan alami.

Makanan yang segar dan alami tersebut contohnya dapat diperoleh dari bahan makanan seperti sayur, buah dan kacang-kacangan.

Dia juga menyarankan agar masyarakat untuk menghindari makanan olahan dan juga goreng-gorengan karena tidak memberikan gizi yang dibutuhkan untuk kesehatan.

Selain itu, gorengan juga memiliki kalori yang dapat menambah berat badan.

Sementara itu, porsi yang tepat untuk memenuhi gizi yang seimbang, menurut dia, tergantung beberapa faktor seperti berat badan, jenis kelamin, usia dan lain-lain.

Secara umum, seseorang membutuhkan kurang lebih 40-60 persen kalori dari sumber karbohidrat, 10-15 persen dari sumber protein dan 20-30 persen dari sumber lemak, katanya.

Selain menerapkan pola makan dengan gizi seimbang dan cukup minum, dia juga menekankan perlunya untuk meluangkan waktu untuk menggerakkan tubuh setiap hari untuk menjaga daya tahan tubuh.

Dia juga menyarankan masyarakat untuk menjaga pola tidur 7-9 jam per malam. Kurang tidur dapat menurunkan daya tahan tubuh, katanya.

Dengan menjaga pola makan dengan gizi yang seimbang, berolahraga setiap hari dan juga menjaga waktu tidur diharapkan masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan penuh semangat dan prima tanpa terkendala masalah kesehatan, khususnya saat musim kemarau, kata dia.*

 
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar