Komunitas berbagi bersama DSLNG ajari warga Batui manfaatkan botol bekas

id DSLNG,SAMPAH PLASTIK,KOMUNITAS BERBAGI DSLNG

Komunitas berbagi bersama DSLNG ajari warga Batui manfaatkan botol bekas

Ibu-ibu serius mengikuti pelatihan membuat barang berharga dari sampah plastik yang diselenggarakan Komunitas Berbagi bekerja sama dengan PT.DSLNG di Banggai, Sabtu (26/10) (ANTARA/Stevan Pontoh)

dengan kegiatan ini, kami bisa memilah mana sampah yang benar-benar harus dibuang dan mana yang masih dapat didaur ulang.
Luwuk (ANTARA) - Puluhan warga terbagi dalam lima kelompok dalam bentuk lingkaran terlihat asik mengumpulkan botol bekas air mineral di bawah sebuah tenda terpal berwarna hijau, di Desa Balantang Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, akhir pekan lalu.

Mereka adalah warga Batui yang tengah mempelajari kerajinan tangan sederhana dari Komunitas Berbagi bekerjasama dengan DSLNG. Kala itu, giliran Komunitas Babasal Mombasa yang memberikan materi terkait pemanfaatkan limbah rumah tangga berupa sampah botol plastik. 

Riska, salah satu dari peserta pelatihan itu. Wanita yang tampak anggun dengan jilbabnya ini terlihat antusias mengikuti arahan dari tiga pelatih dari Komunitas Babasal Mombasa, mulai dari mengumpulkan botol bekas, menyatukannya lalu mengikat botol-botol itu dengan lakban.

Sesekali gelak tawa terdengar di antara kesibukan mereka menyatukan botol bekas air mineral ukuran besar itu. Pertama, satu botol bekas diletakkan terbalik, kemudian disusun enam botol lainnya melingkari, lalu direkatkan dengan lakban. Setelah itu, dua belas botol kembali diambil dan disusun melingkari ke enam botol yang pertama direkatkan tadi. Hasilnya membentuk satu bulatan yang cukup besar, seukuran kursi sofa tanpa senderan. Setelah semua botol direkatkan dengan lakban. 

Para peserta kembali sibuk mengambil kardus, juga bekas tempat air mineral. Kardus itu kemudian dipotong bentuk bundaran. Seukuran besar bundaran hasil penyusunan botol bekas yang direkatkan tadi. Diukur dengan teliti, lalu dilubangi pada posisi dimana tutup botol bisa keluar dan dus tersebut masuk ke antara botol. Setelah itu, kesibukan peserta ialah merekatkan kembali pinggiran dus dengan botol bekas.

Setelah semuanya berhasil dibungkus dengan lakban. Selanjutnya, mereka membungkus botol plastik bekas yang membentuk bundaran itu dengan kain sofa yang telah dibentuk. Hasilnya, sebuah kursi cantik dan kuat untuk dijadikan tempat duduk bagi orang dewasa.

Baca juga: Dewan Pers apresiasi DS-LNG Banggai gelar Anugerah Jurnalistik
Baca juga: Wajah ceria siswa pada kegiatan komunitas berbagi bersama DSLNG


"Saya sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini. Kami jadi lebih tau bagaimana cara memanfaatkan barang bekas untuk sesuatu yang lebih berguna dalam rumah tangga," kata Riska.

Ia mengaku sangat ingin melakukan banyak hal seperti yang telah dipaparkan oleh para trainer dari Babasal Mombasa sebab dengan adanya kreatifitas itu, mereka bisa ikut membantu program pemerintah dalam hal penanggulangan sampah. 

Menurut dia, dengan adanya kegiatan itu mereka bisa memilah mana sampah yang benar-benar harus dibuang dan mana yang masih dapat didaur ulang.
Sejumlah peserta serius tapi santai mengikuti pelatihan membuat barang berharga dari sampah plastik yang diselenggarakan Komunitas Berbagi bekerja sama dengan PT.DSLNG di Banggai, Sabtu (26/10) (ANTARA/Stevan Pontoh)

Sementara itu, Fatwa Djalal, perwakilan dari Babasal Mombasa mengungkapkan program Komunitas Berbagi merupakan kegiatan yang dilaksanakan bekerja sama dengan DSLNG. Dalam komunitas berbagi sendiri terdiri dari beberapa komunitas, seperti; Relawan Oke, Babasal Mombasa, Penyala Banggai, KP3 Pagimana.

"Kami dalam kegiatan ini melaksanakan beberapa program antara lain; kegiatan planet remaja,  pojok anak dan bengkel kreasi. Untuk yang kami lakukan dengan botol bekas ini masuk dalam program bengkel kreasi, yakni memanfaatkan limbah plastik seperti botol bekas menjadi tempat duduk," ujar gadis yang akrab disapa Tiwi ini.

Baca juga: Upaya DSLNG hidupkan ekonomi kerakyatan berbasis kearifan lokal di Banggai
Baca juga: Jaringan gas di Banggai sasar 4.000 rumah tangga


Di sisi lain, Rahmat Azis, perwakilan media relations DSLNG menerangkan bahwa kegiatan yang sama sejatinya telah dilakukan di Kecamatan Kintom, beberapa waktu lalu. Kali ini di Kecamatan Batui, dan pada puncaknya nanti akan kembali dilaksanakan di Kecamatan Luwuk pada tanggal 16 November 2019.

"Harapan kami dari kegiatan-kegiatan seperti ini dapat mengedukasi dan menginspirasi masyarakat untuk lebih kreatif," kata Rahmat.  

Dengan kreatifitasnya, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian alam dan lingkungan tempat tinggalnya dari sampah plastik. Melalui program pojok anak dan planet remaja, para siswa juga diajari bagaimana mengenal jenis sampah hingga pemanfaatannya. Ada pula materi yang sangat baik yakni persoalan mitigasi bencana.

"Puncak kegiatannya nanti akan dilaksanakan di Luwuk. Saat itu kemungkinan pesertanya lebih banyak," kata Rahmat.

Usai kegiatan, beberapa peserta terlihat mengambil botol bekas tak terpakai. Mereka menyatakan bahwa akan memanfaatkan itu untuk membuat tempat duduk di rumah. 

Inspirasi terkait pemanfaatan sampah dari botol plastik sangat menarik bagi mereka. Oleh karena itu, meski pelatihan telah selesai, namun warga tetap antusias mengumpulkan botol bekas.
 
Sejumlah pemuda serius mengikuti pelatihan membuat barang berharga dari sampah plastik yang diselenggarakan Komunitas Berbagi bekerja sama dengan PT.DSLNG di Banggai, Sabtu (26/10) (ANTARA/Stevan Pontoh)