Bupati terpilih Banggai harus fokus pemulihan ekonomi setelah COVID-19

id Luwuk, Banggai, Ekonomi, Covid-19

Bupati terpilih Banggai  harus fokus pemulihan ekonomi setelah COVID-19

Aktifitas bongkar muat kapal cargo di Pelabuhan Luwuk, beberapa waktu lalu. ANTARA/ Stepensopyan Pontoh

Luwuk, Sulteng (ANTARA) - Bupati dan Wakil Bupati terpilih dalam Pilkada 2020 Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah harus fokus mempercepat pemulihan ekonomi dan investasi pandemi COVID-19.
 
“Banggai membutuhkan investasi untuk pemulihan ekonomi dampak pandemi. Pemimpin terpilih dalam Pilkada nanti seharusnya langsung fokus untuk mendukung percepatan masuknya investasi ke daerah ini,” kata mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Banggai Michael Tendean di Luwuk, Selasa.
 
Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sulawesi Tengah mencatat pertumbuhan ekonomi selama triwulan kedua 2020 sebesar 0,06 persen, lebih rendah dari Triwulan I 2020 yang masih sebesar 4,92 persen.

Penurunan ini disebabkan dampak pandemi COVID-19 yang berpengaruh terhadap perekonomian Sulteng. Banggai mencatat inflasi tertinggi ke-14 secara nasional dan ke-5 di kawasan Sulampua pada September 2020. Inflasi tahun kalender sebesar 1,09 persen dan inflasi tahun ke tahun pada September 2020 terhadap September 2019 sebesar 1,17 persen.
 
Dia menambahkan, pemimpin terpilih perlu mengeluarkan Peraturan Daerah (perda) terkait kebijakan untuk investasi, yakni kebijakan terkait perizinan, kepastian berusaha, dan keamanan yang kondusif untuk investasi.

Pemulihan ekonomi perlu diupayakan dari semua sektor, termasuk dari sektor logistik seperti pelayaran yang memberikan konstribusi besar dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
 
Menurut Michael, dukungan sektor logistik yang efisien sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi, termasuk di Luwuk Kabupaten Banggai. Tidak hanya di sektor UMKM.

Masuknya investor baru juga dibutuhkan untuk menggerakkan ekonomi di Banggai ini. Masuknya investasi baru selalu membawa manfaat bagi daerah, membuka lapangan kerja baru, meningkatkan ekonomi masyarakat.
 
"Pelaku logistik harus didorong untuk dapat menjalankan usahanya seefisien mungkin, sehingga arus keluar masuknya barang semakin lancar, ini akan berimbas pada harga barang-barang, khususnya barang modal yang masuk ke Luwuk semakin terjangkau. Salah satu caranya dengan membuka keran bagi layanan logistik khususnya pelayaran baru di Pelabuhan Luwuk. Kalau saat ini salah satu perusahaan pelayaran, PT SPIL belum diizinkan masuk ke Pelabuhan Luwuk," kata Michael.
 
Regional Manager PT SPIL Heddy Tjahyantoro mengatakan sebagai perusahaan pelayaran, Luwuk Banggai merupakan daerah yang potensial secara ekonomi.

“Kami berterimakasih akhirnya SPIL dapat memenuhi komitmennya kepada para relasi/pelanggan untuk mengirimkan barang ke Luwuk, meski memang mengalami proses yang panjang,” ucapnya.
 
Heddy menambahkan SPIL juga berterimakasih kepada Bupati dan jajarannya yang telah mendukung keberadaan SPIL sebagai investor baru demi kebangkitan ekonomi Luwuk. SPIL memasuki Luwuk dengan jalur pelayaran dari Balikpapan – Ternate – Bitung – Gorontalo – Luwuk.
 
“Kami berterimakasih bahwa SPIL diizinkan untuk berpartisipasi dalam pengembangan ekonomi di Luwuk. Besar harapan kami keberadaan SPIL di Luwuk akan turut berkontribusi nyata bagi perekonomian masyarakat Luwuk,” ujarnya.
 
Sebelumnya Bupati Banggai Herwin Yatim membuka pintu seluas-luasnya kepada para investor yang akan menanam modal di Kabupaten Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah. Upaya ini dilakukan Bupati Herwin untuk menggerakkan ekonomi warga, yang banyak terkena dampak pandemi.
 
"Bagi kami pemerintah, semakin banyak yang masuk berinvestasi dan menanamkan usahanya, berarti daerah ini sehat sekali perekonomiannya. Kenapa, karena investor pasti sudah melihat banyak aspek di daerah itu. Sehat ekonominya, kantibmasnya terjamin, kepastian hukumnya ada, hal–hal seperti itu yang membuat investor tertarik,” tutur Bupati Herwin Yatim, beberapa waktu lalu.
 
Pemda Banggai di bawah kepemimpinan Herwin Yatim-Mustar Labolo, selalu berkomitmen untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi dengan mengoptimalkan setiap potensi yang ada. Baik di sektor energi, pertanian, perkebunan, perikanan, wisata, dan belakangan sektor logistik.
 
Dia menerangkan, memberikan kesempatan berusaha dan berinvestasi merupakan salah satu dari bagian Omnibus Law, karenanya hal itu perlu dipahami.

Dia mencontohkan, akses transportasi udara, masuknya banyak maskapai di daerah ini menguntungkan masyarakat Kabupaten Banggai. Begitu juga dengan Pelabuhan yang merupakan fasilitas umum, siapapun boleh menggunakan.
 
“Misalnya, banyak maskapai penerbangan masuk, yang diuntungkan adalah rakyat. Bukan kartel, bukan kelompok. Saya selalu berpihak pada rakyat. Sebagai bagian dari pemerintah, saya harus selalu berpikir untuk rakyat. Sebab kalau sudah begitu dasar pemikirannya, maka semua kebijakan orientasinya kepada rakyat,” tuturnya.
 
Salah satu solusi dari permasalahan tingginya harga-harga kebutuhan yang dialami rakyat, adalah dengan membuka pintu investasi. Investor masuk dan berkompetisi, sehingga harga-harga barang turun.

“Saya welcome. Pihak–pihak yang menahan, saya minta supaya menyadari, jangan sampai kebablasan. Saat ini, Presiden bahkan sangat membuka peluang, apalagi saat pandemi COVID-19 yang menyebabkan rakyat serba susah. Upaya-upaya untuk mengembangkan usaha perlu didukung,” tegasnya.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar