Pemkot Palu Diminta Kembangkan Pasar Rotan

id rotan

Pemkot Palu Diminta Kembangkan Pasar Rotan

Seorang pekerja menyelesaikan mebel rotan pesanan konsumen di sentra industri Rotan Palunesia di Tomdo, Mantikulore, Palu. Sejumlah industri rotan di Palu kesulitan berkembang karena sulitnya mendapatkan modal usaha. (Foto : ANTARA/Basri Marzuki)

Palu,  (antarasulteng.com) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palu, Sulawesi Tengah, meminta kepada pemerintah kota setempat mengembangkan pasar barang jadi, yang berasal dari bahan baku rotan.

Ketua DPRD Kota Palu M Iqbal Andi Magga di Palu, Minggu mengatakan, berkembangnya pasar barang jadi rotan, akan lebih memompa semangat para penggiat rotan untuk mengembangkan usaha tersebut.

"Tentu kami butuh pengembangan pasar atas barang jadi seperti kursi, meja, dan lainnya yang bahan bakunya ialah rotan. Pengembangan pasar menandakan maju dan berkembangnya industri rotan Kota Palu," ungkap Eki sapaan akrab Iqbal.

Politisi Partai Golongan Karya itu mengatakan pemerintah kota juga harus mengasah keterampilan yang dimiliki oleh para penggiat yang ada di industri rotan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu.

Ia berharap barang yang dibuat dari bahan baku rotan, dapat lebih dikembangkan baik dari sisi desain, model, dan kualitas, bahkan dari sisi pasar untuk pengembangan industri rotan tersebut.

Terkait hal itu, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Palu Ansyar Sutiadi mengatakan, pihaknya telah mempromosikan potensi rotan yang diolah menjadi barang jadi sampai ke luar negeri.

"Potensi rotan baik dari segi kualitas bahan baku dan kualitas barang jadi seperti meja dan kursi, telah kami promosikan sampai ke luar negeri dan itu mendapat respon yang baik dari masyarakat dan pemerintah di luar negeri," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Inovasi Rotan Nasional Kota Palu Andi Tantra Tellu mengutarakan, sampai dengan saat ini pihaknya terus melakukan inovasi terhadap pengolahan rotan untuk menjadi barang yang banyak diminati oleh masyarakat.

Inovasi itu mengarah pada pembuatan perabotan khusus rumah tangga, untuk dapat dimanfaatkan seperti meja, kursi, lemari dan lainnya yang menjadi fokus dari pihaknya.

"Saat ini Kota Palu telah memiliki kurang lebih 28 industri kecil menengah (IKM) rotan, namun sampai dengan saat ini pula keinginan masyarakat untuk membeli atau memiliki perabotan berbahan baku rotan masih rendah," ujarnya.