24 ribu warga Parigi Moutong sudah terlayani vaksinasi COVID-19

id Dinkesparimo, Ellen nelwan, vaksin COVID-19, pemkabparimo, sulteng

24 ribu warga Parigi Moutong  sudah terlayani vaksinasi COVID-19

Arsip- Seorang warga sedang disuntik vaksin COVID-19 di Mapolres Parigi Moutong dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-75 tahun 2021. ANTARA/Moh Ridwan

Parigi (ANTARA) -
Pemerintah Parigi Moutong, Sulawesi Tengah mengemukakan kurang lebih 24 ribu warga di kabupaten itu telah mendapat layanan vaksin COVID-19 tahap satu dan dua.
 
"Target jumlah penduduk di kabupaten ini yang harus divaksin kurang lebih 369 ribu jiwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS)," kata Kepala Dinas Kesehatan Parigi Moutong Ellen Ludya Nelwan, di Parigi, Rabu (7/7).
 
Ia memaparkan, hingga kini sekitar 345 ribu jiwa warga Parigi Moutong belum tervaksin, sehingga pemerintah setempat terus berupaya dan menggenjot vaksinasi massal mengingat partisipasi warga ikut terlibat menyukseskan gerakan vaksin belum begitu antusias.
 
Oleh karena itu, untuk memperkuat kekebalan imun masyarakat secara komunal paling tidak capaian angka presentasi vaksinasi kurang lebih 80 persen hingga 90 persen dari jumlah penduduk berusia produktif di kabupaten itu.
 
"Ke depan, kami berencana akan mengikut sertakan anak usia 12 tahun menjadi sasaran vaksinasi. Meski kesadaran warga masih kurang, tetapi pengetahuan warga tentang pentingnya vaksin sudah mulai meningkat, dan kami berharap langkah percepatan ini bisa lebih optimal," ujar Ellen.
 
Ia mengatakan, saat ini Pemkab Parigi Moutong telah menerima kurang lebih 4.000 dosis vaksin Sinovac dari laboratorium kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng.
 
Yang mana, 4.000 dosis vaksin tersebut telah didistribusi ke 23 kecamatan di Parigi Moutong, dalam rangka percepatan pelayanan vaksinasi kepada masyarakat, sebagai mana instruksi Pemerintah Pusat, mengingat akhir-akhir ini kasus positif COVID-19 di Tanah Air terus mengalami lonjakan.
 
"Memasifkan program vaksinasi harus didukung dengan sosialisasi dan edukasi. Maka, petugas kesehatan selain melakukan penyuntikan juga mengajak warga sebanyak-banyak ikut terlibat melalui bidang promosi kesehatan (Promkes)," ucap Ellen.
 
Ia menambahkan, masih ada sebagian warga terpaksa harus dilakukan penundaan penyuntikan, karena saat proses pemeriksaan kesehatan di meja skrining memiliki riwayat penyakit penyerta yang jika di paksakan akan berisiko bagi kesehatan.
 
Termasuk mereka yang telah menjalani vaksinasi tahap pertama, saat ikut vaksin kedua ditemukan dalam keadaan tidak prima, sehingga petugas kesehatan tidak mau mengambil risiko.
 
"Tambahan 4.000 dosis yang diberikan Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah ini diharapkan dapat menambah jumlah masyarakat yang telah tervaksin. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan (Prokes) di mana pun berada," demikian Ellen.