Petani Sigi minta bantuan alat produksi pertanian

id pertanian

DOKUMEN. Petani menjahit karung berisi padi hasil panen menggunakan mesin pemanen modern di Desa Sidera, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (20/11). ANTARASulteng/Mohamad Hamzah.

Kami saat ini membutuhkan beberapa peralatan seperti alat pembuatan pupuk organik, unit pengelolaan hasil (UPH) dan satu paket kotak fermentasi biji kakao untuk meningkatkan kualitas hasil produksi
Sigi, Sulteng  (Antaranews Sulteng) - Sejumlah petani di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, meminta kepada anggota DPR RI agar difasilitasi untuk mendapatkan bantuan sejumlah kebutuhan berupa alat produksi pertanian dari pemerintah pusat.

"Kami saat ini membutuhkan beberapa peralatan seperti alat pembuatan pupuk organik, unit pengelolaan hasil (UPH) dan satu paket kotak fermentasi biji kakao untuk meningkatkan kualitas hasil produksi," kata Ketua Kelompok Tani Kakao Harapan Jaya Desa Sibowi, Kecamatan Tanambulava, Sudirman, Senin.

Penyampaian itu dikemukakannya saat berdialog dengan sejumlah anggota Komisi IV DPR RI dipimpin Wakil Ketua Komisi, Roemkono, di Sigi, Senin.

Di hadapan rombongan Komisi IV yang juga dihadiri Dirjen Perkebunan, Bambang dan Bupati Sigi, Moh Irwan Lapata, Sudirman mengatakan kebutuhan petani tersebut sebenarnya sudah pernah diusulkan , tetapi hingga kini belum mendapat tanggapan dari pemerintah pusat.

"Kami sangat berharap apa yang menjadi kebutuhan petani yang telah disampaikan pada kunjungan kerja Komisi IV DPR RI di lokasi kebun milik kelompok tani Harapan Jaya di Desa Sibowi akan mendapat perhatian serius dari DPR RI dan pemerintah pusat," harapnya.

Sudirman juga mengatakan saat ini, kelompok tani Harapan Jaya memiliki anggota sebanyak 26 orang, semuanya adalah murni petani kakao.

Baca juga: Petani Sigi keluhkan buah kakao terserang hama

Hingga sekarang ini, kelompok tani Harapan Jaya telah mengolah areal kakao seluas 27 hektare dan rata-rata tanaman kakao sudah berproduksi.

Produksi kakao kelompok tani Harapan Jaya pada 2017 mencapai 2,3 ton/hektare/tahun atau meningkat sangat mengembirakan dibandingkan sebelumnya yang hanya rata-rata 1,7 ton/hektare/tahun.

Padahal, katanya, sesuai target yang diberikan Dinas Perkebunan Provinsi Sulteng pada tahun 2017 sebesar 1,5 ton/hektare/tahun.

Menurut dia, keberhasilan tersebut tentu tidak terlepas dari peran serta para pendamping dan penyuluh perkebunan yang selama ini memberikan arahan dan petunjuk kepada para petani.

Sementara Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Roemkono memberikan apresiasi kepada petani kelompok tani Harapan Jaya atas keberhasilan meningkatkan produksi kakao.

"Kami patut memberikan apresiasi dan berharap para petani terus meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman kakao di wilayah ini," kata anggota Fraksi Golkar asal Provinsi Gorontalo itu.

Ia juga berjanji akan membantu petani sesuai dengan keinginan yang sudah disampaikan ketua kelompok tani Harapan Jaya Desa Sibowi perihal bantuan berbagai peralatan dalam rangka meningkatkan hasil panen, kualitas serta kesejahteraann petani.

"Silahkan ajukan pemohonan bantuan kepada Dirjen Perkebunan dan juga tembusan kepada Komisi IV DPR agar kami bisa mengawalnya," kata Roemkono.

Bahkan, Roemkono meminta kepada Dirjen Perkebunan untuk segera merealisasi permohonan bantuan yang dibutuhkan kelompok tani Harapan Jaya Desa Sibowi itu. 

Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar