PT. Cipta Agro Nusantara Morowali Utara raih ISPO

id astra agro,CAN,ISPO

Foto bersama Dirjen Perkebunan Ir Bambang, MM bersama para penerima sertifikat ISPO di Jakarta, Selasa (1/9) (Antaranews Sulteng/Humas AAL Goup)

Palu (Antaranews Sulteng) - PT. Cipta Agro Nusantara (CAN), salah satu anak perusahaan grup Astra Agro Lestari, Tbk yang beroperasi di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, akhirnya meraih sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) setelah memperjuangkannya sejak beberapa tahun terakhir.

Keterangan yang diperoleh dari Humas PT. Astra Agro Lestari, Tbk di Palu, Rabu, menyebutkan ISPO untuk PT.CAN yang diserahkan Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Ir Bambang, MM di Jakarta, Selasa (18/9) itu merupakan yang pertama kali bagi PT.CAN.

Di wilayah Sulawesi Tengah (C1) terdapat tiga anak perusahaan AAL Group yakni PT. Agro Nusa Abadi (ANA) dan PT.CAN yang beroperasi di Kabupaten Morowali Utara dan PT. Sawit Jaya Abadi (SJA) beroperasi di Kecamatan Pamona Timur, Kabupaten Poso yang berbatasan dengan Kabupaten Morowali Utara.

"Dari tiga perusahaan itu, baru PT.ANA dan PT.CAN yang meraih sertifikat ISPO, sedangkan PT.SJA masih dalam proses dan diharapkan segera bisa meraihnya," ujar Husni, salah seorang pejabat Humas AAL Group.

Ketiga anak perusahaan itu mengelola puluhan ribu hektare kebun kelapa sawit baik inti maupun plasma dengan memiliki dua buah pabrik pengolahan minyak sawit mentah (CPO) yakni di PT.ANA dan PT.SJA.

Husni menjelaskan, selain PT. CAN, ISPO juga diberikan kepada PT Cakung Permata Nusa, PT Persada Dinamika Lestari, PT Cakradenta Agung Pertiwi yang beroperasi di Kalimantan Selatan, dan PT Palma Plantasindo di Kalimantan Timur.

Ada juga usaha berbentuk koperasi (Sumber Rejeki) yang merupakan binaan PT Ekadura Indonesia, Pekanbaru (AAL Group) yang menerima ISPO ini, ujarnya.

Baca juga: Astra Agro Lestari sabet Indonesia Excellent Public Company 2018

Baca juga: Astra Agro Lestari raih KEHATI Appreciation 2018


"Sesuai visi dan misi perusahaan yang ingin agar Astra Agro menjadi perusahaan panutan dan bermanfaat bagi bangsa, perolehan sertifikat ISPO merupakan prioritas penting," ujar Vice President Sustainability PT Astra Agro Lestari Tbk, Bandung Sahari usai menerima sertifikat ISPO untk anak-anak perusahaan ALL Group dari Dirjen Perkebunan.

Perolehan sertifikat ISPO ini adalah salah satu bukti bahwa tata kelola perkebunan kelapa sawit oleh anak-anak perusahaan Astra Agro sudah berjalan dengan prinsi-prinsip berkelanjutan.

Sejauh ini, AAL Group sudah memperoleh 40 sertifikat ISPO, sebanyak 38 merupakan kebun inti dan dua lainnya merupakan sertifikat dari kebun masyarakat binaan perusahaan. Tahun 2016, Grup Astra Agro dinyatakan sebagai peraih sertifikat ISPO terbanyak.

Dirjen Perkebunan Kementan Bambang menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang berkomitmen penuh dalam menjadikan industri perkebunan kelapa sawit sebagai industri yang sesuai dengan melaksanakan prinsip-prinsip di dalam ISPO.

Ia menekankan bahwa sertifikasi ISPO ini sangat penting dan harus diperjuangkan karena sertifikasi ini merupakan bukti bahwa negara berkomitmen menjadikan industri kelapa sawit sebagai industri yang dikelola dengan baik agar bisa dipergunakan untuk kemakmuran rakyat.?

"Karena itu jangan ada seorang pun yang mengatakan tidak tentang ISPO," katanya tegas sembari mengingatkan kembali komitmen perusahaan-perusahaan kelapa sawit agar segera memperoleh sertifikat ISPO.?

Dengan sikap seperti itu, menurut Bambang, suatu saat Indonesia memiliki senjata ampuh untuk menyatakan pada dunia bahwa Indonesia benar-benar mengelola kelapa sawit dengan baik. 

 
Areal perkebunan kelapa sawit milik PT. Mamuang, salah satu perusahaan milik Astra Agro Lestari Group di Kabupaten Donggala, Sulteng yang baru ditanami. (Antaranews Sulteng/Rolex Malaha) (Antaranews Sulteng/Rolex Malaha/)
Pewarta :
Editor: Fauzi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar