Megaproyek jalan nasional Tomata-Beteleme Segmen I tuntas (vidio)

id Tombet,jimmy,bpjn xiv,morut

Salah satu bagian jalan beraspal mulus yang sudah diberi marka dan pagar pengaman di ruas Tomata-Beteleme. Ruas sepanjang 54 kilometer itu kini bisa ditempuh dalam tempo satu jam saja. (Antaranews Sulteng/Rolex Malaha)

Palu (Antaranews Sulteng) - Megaproyek peningkatan jalan nasional segmen I Tomata-Beteleme, Kabupaten Morowali Utara, sepanjang 26,1 kilometer yang menghabiskan dana Rp290 miliar telah selesai dikerjakan oleh kontraktornya dan kini berfungsi maksimal mendukung kelancaran transportasi antarprovinsi di Sulawesi.

"Alhamdulillah, tanggal 9 September 2019, proyek itu sudah diserahkan kontraktornya (provisional hand over-PHO) kepada kami," kata Jimmy Adwang, ST, MT Pejabat pembuat Komitmen (PPK) 15 Satker II Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XIV Palu yang dihubungi, Jumat.

Proyek yang diserahkan itu adalah jalan beraspal hotmix (HRS) sepanjang 26,1 kilometer dan lebar tujuh meter serta dua buah jembatan beton. Proyek ini dikerjakan dua kontraktor kerja sama operasional (KSO) yakni PT. Jaya Konstruksi dan PT. Multi Graha.

Jimmy menjelaskan proses konstruksi proyek strategis ini menghadapi banyak kendala terutama karena sedikitnya 21 titik pada ruas ini merupakan tanah bergerak (ekspansif) sehingga pada musim hujan badan jalan mudah sekali amblas.

"Bahkan pada musim hujan awal 2018 lalu, sekitar 200 meter badan jalan di Korowasu amblas sampai tiga meter sehingga penanganannya terpaksa harus dipisahkan dari paket proyek ini untuk ditangani secara khusus menggunakan dana bencana alam," ujarnya.

Pada lokasi-lokasi tanah ekspansif, kontraktor menanganinya dengan konstruksi khusus menggunakan plastik geomembran, dimana badan jalan digali pada kedalaman tertentu untuk dihampari plastik geomembran kemudian ditutup ulang dengan material khusus timbunan sehingga pada musim hujan, badan jalan tidak akan amblas lagi.
 
Komparasi kondisi sebelum (atas) dan setelah (bawah) selesainya proyek rekonstruksi jalan nasional Tomata-Beteleme yang didanai APBN selama tiga tahun anggaran (2015-2018) hampir Rp300 miliar. (Antaranews Sulteng/BPJN XIV Palu)

Jimmy menegaskan bahwa meskipun proyek sudah di-PHO, namun kontraktor masih memiliki kewajiban memelihara jalan tersebut selama tiga tahun ke depan. Kalau ada yang rusak, baik badan jalan, bahu jalan, drainase dan perlengkapan jalan lainnya, harus segera diperbaiki, tanpa dana pemeliharaan.

"Kedua kontraktor diwajibkan menyimpan dana jaminan pemeliharaan sebesar 10 persen dari anggaran proyek, yang baru bisa dicairkan setelah masa pemeliharaan berakhir dan kondisi jalan dan jembatan yang selesai dikerjakan itu tetap fungsional sesuai kualifikasi yang tercantum dalam kontrak," ujar Jimmy lagi.

Baca juga: Peningkatan jalan Tomata-Beteleme terkendala tanah ekspansif (vidio)
Baca juga: BPJN Palu butuh Rp8 miliar tangani jalan amblas Tomata-Beteleme
Baca juga: Menanti jalan mulus di ruas Tomata-Beteleme (vidio)


Ruas jalan nasional Tomata-Beteleme dengan total panjang 54 kilometer merupakan ruas nasional yang paling buruk kondisinya di Sulteng sebelum ditangani lewat proyek ini pada 2015, dimana waktu tempuhnya menggunakan kendaraan minibus bisa mendapai 2,5 jam. 

Namun sekarang, waktu tempuh ruas ini tinggal satu jam atau paling lama 75 menit, padahal belum seluruh badan jalan beraspal mulus sebab masih ada beberapa kilometer yang sedang dalam penanganan.

Ruas jalan nasional ini sangat strategis di Sulteng bagian tenggara karena merupakan urat nadi ekonomi penting dan strategis yang menghubungkan Kota Palu dan Kota Makassar dengan Kabupaten Morowali dan Morowali Utara, dua kabupaten yang kini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi penting di Sulteng dengan hasil utama tambang nikel dan perkebunan kelapa sawit.

Jimmy menambahkan bahwa untuk memuluskan seluruh ruas jalan Tomata-Beteleme tersebut, masih dibutuhkan suntikan dana sekitar Rp100 miliar dan diharapkan bisa tuntas seluruhnya pada tahun 2020.
 

 
Pewarta :
Editor: Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar