Posko kesehatan Parimo layani 60 pasien perhari

id Parimo,kesehatan pengungsi,posko

Posko kesehatan Pemkab Parigi Moputong di Palu melayani pemeriksaan kesehatan para pengungsi gempa di Palu, Minggu (21/10) (Antaranews Sulteng/Humas Pemda Parimo)

Palu (Antaranews Sulteng) - Posko kesehatan milik pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, di Kota Palu, melayani 60-an pasien setiap hari yangh merupakan pengungsi yang ingin memeriksakan kesehatan mereka.

Koordinator posko kesehatan Parimo Wayan Budiantara mengatakan mereka yang datang sebagian besar mengeluh sakit karena pusing, diare, batuk dan pilek.

"Mungkin karena setiap malam tidur di tenda hanya beralaskan tikar, sehingga mereka mudah sakit," kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Parimo itu di Lapangan Kabonena, Kecamatan Palu Barat, Minggu.

Posko kesehatan itu merupakan bagian dari relawan kemanusiaan yang dibentuk Pemkab Parimo, untuk membantu warga korban gempa di Palu, sejak Senin (15/10).

Para relawan turut pula menyediakan makanan bagi pengungsi setempat.

Relawan kesehatan di posko tersebut, terdiri atas satu orang dokter, dua bidan dan dua perawat. Mereka bertugas setiap dua hari, yang selanjutnya digantikan oleh petugas lainnya.

Para petugas kesehatan itu didatangkan dari seluruh Puskesmas di Kabupaten Parigi Moutong secara bergantian.

Menurut Wayan, tidak hanya warga yang mengungsi di lapangan Kabonena yang dapat memeriksakan kesehatan mereka, tetapi warga kecamatan lain di Kota Palu yang ingin memanfaatkan posko kesehatan juga dilayani.

"Semua warga yang berobat dilayani secara gratis," ujarnya.

Posko kesehatan ini juga melayani vaksinasi pegawai atau masyarakat umum dari Kabupaten Parigi Moutong yang menjadi relawan di Kota Palu, termasuk menyediakan mereka masker agar bisa terhindar dari virus penyakit.

Kata Wayan, tinggal di tempat pengungsian rawan terjangkit penyakit sehingga yang dapat dilakukan untuk menghindari penyakit dengan menerapkan pola hidup bersih, di antaranya membiasakan cuci tangan pakai sabun, tidak merokok di dalam tenda pengungsian, buang air besar kecil di jamban, membuang sampah di tempat sampah, terus memberikan ASI kepada bayi.

"Selain itu, istirahat yang cukup dan selalu manfaatkan posko kesehatan,? harap Wayan.
 
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar