Perempuan korban gempa Palu diajar bela diri antisipasi kekerasan

id KORBAN GEMPA ,PEREMPUAN ,BELA DIRI,GEMPA,SETAHUN BENCANA SULTENG,SIKOLA MOMBINE

Perempuan korban gempa Palu diajar bela diri antisipasi kekerasan

Sikola Mombine bersama YAPPIKA Actionaid membentuk pertahanan diri perempuan korban gempa dan tsunami, dengan mengajarkan ilmu bela diri. (ANTARA/Muhammad Hajiji/HO/Sikola Mombine)

Palu (ANTARA) - Perempuan korban gempa dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah, yang saat ini berada di lokasi pengungsian hunian sementara Vatupondolu dan Pacuan Kuda, Kelurahan Panau, Kecamatan Palu Utara diajarkan ilmu bela diri sebagai bentuk antisipasi dan pencegahan kekerasan terhadap perempuan.

"Untuk melakukan pencegahan khususnya proteksi diri bagi para perempuan penyintas khususnya yang ada diwilayah Huntara, salah satunya adalah memberi pengetahuan tentang pentingnya mempelajari ilmu pertahanan diri atau self defence," ucap Project Officer Protection Yayasan Sikola Mombine Sulteng, Fiani Rizky, di Palu, Minggu.

Menurut Sikola Mombine, pascabencana 28 September 2018 di Sulawesi Tengah, banyak terjadi beberapa tindak kejahatan khususnya kriminalitas dan pelecehan seksual yang dialami oleh perempuan di wilayah pengungsian, maupun di hunian sementara. Korbannya pun bisa siapa saja. Tidak sedikit adalah perempuan dan anak yang menjadi korban.

"Alasan inilah mengapa aktivitas rekreasional program ERR Sikola Mombine bersama YAPPIKA Actionaid dilaksanakan," ucap Fiani.

Sikola Mombine bersama YAPPIKA Actionaid membentuk pertahanan diri perempuan dengan bela diri lewat metode hapkido. Sikola Mombine bersama YAPPIKA melibatkan dua pengajar atau fasilitator merupakan yang merupakan pengurus Hapkido Indonesia Sulawesi Tengah, yaitu Ady Kasmadin AR, selaku instruktur Nasional. Kemudian, Fitri sebagai asisten pelatih, juga dilibatkan dalam upaya pembentukan pertahanan diri perempuan korban gempa di huntara dengan bela diri.

Anggota Balai Belajar Kampung Panau di Kelurahan Panau, sebut dia,  sangat semangat dalam mempelajari ilmu bela diri. 

Baca juga: Peringati setahun bencana, Pasigala Centre dan Sikola Mombine gelar diskusi kebencanaan
Baca juga: Opini - Sikola Mombine dan kegiatan kemanusiaan pascabencana Sulteng (2)


Ia menyebut, Rina salah satu perempuan yang korban gempa yang ikut latihan bela diri, sekaligus selaku vokal point Panau mengatakan bela diri untuk pertahanan diri sangat berguna apabila terjadi serangan kriminalitas atau kekerasan bagi perempuan. 

"Contohnya apabila terjadi pemukulan atau pencekikan, para perempuan bisa melakukan gerakan pelindungan untuk melepaskan diri dan selanjutnya memberi serangan balik serta secepatnya menyelamatkan diri dan meminta pertolongan," sebutnya.

Metode hapkido mengajarkan dasar secara sederhana karena pada dasarnya perempuan penting untuk membangun ruang keamanan bagi dirinya sendiri dan sadar terkait situasi yang selalu melemahkan perempuan dalam segala aspek. Teknik ini merupakan pencegahan apabila terjadi kejahatan kriminalitas  atau kekerasan.

Pelatihan itu juga bertujuan untuk menjalin keakraban anggota Balai Belajar Kampung kelurahan Panau Yayasan Sikola Mombine. Ibu-ibu mempersiapkan kegiatan ini secara bersama-sama dan juga memberikan pelayanan gizi dengan memasak dan membagikan Minuman cendol untuk para masyarakat khususnya para penyintas dan juga anak-anak.

Menurut Sikola Mombine, peserta yang hadir terdiri dari anggota Balai belajar Kampung Panau Yayasan Sikola Mombine, serta turut hadir pemerintahan kelurahan setempat.
 
Sikola Mombine bersama YAPPIKA Actionaid membentuk pertahanan diri perempuan korban gempa dan tsunami, dengan mengajarkan ilmu bela diri. (ANTARA/Muhammad Hajiji/HO/Sikola Mombine)
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar