Tiga Pendaki Gunung Sindoro Tersambar Petir

id Pendaki, Gunung, Petir

 Tiga Pendaki Gunung Sindoro Tersambar Petir

Gunung Sindoro di foto dari sisi timur Dusun Klombeyan, Candiroto, Temanggung, Jateng, Senin (24/9).(FOTO ANTARA/Anis Efizudin)

"Saat perjalanan turun gunung dari pos empat menuju pos tiga, mereka tersambar petir. Tiga pendaki mengalami luka bakar, sedangkan satu pendaki, yakni Nuriansyah selamat,"
Temanggung (antarasulteng.com) - Sebanyak tiga orang pendaki Gunung Sindoro di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mengalami luka bakar serius akibat tersambar petir saat turun gunung pada Sabtu (8/2) malam.

Kasi Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah  Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi, di Temanggung, Minggu, mengatakan ketiga korban Jafar Amir, Ferdian F, dan Doddy A anggota pecinta alam Wanapac dari Cilandak, Jakarta.

"Saat ini ketiga korban telah berhasil dievakuasi dan mendapat perawatan di Rumah Sakit Kristen Ngesti Waluyo Parakan, Kabupaten Temanggung.

Ia mengatakan, semula rombongan pendaki yang berjumlah empat orang naik ke Gunung Sindoro pada Sabtu sekitar pukul 17.00 WIB. Mereka naik gunung melalui jalur pendakian Kledung.

Sekitar pukul 21.00 WIB mereka sampai di pos empat dengan kondisi cuaca buruk, hujan deras disertai petir. Kemudian mereka memutuskan tidak melanjutkan perjalanan ke puncak dan turun ke pos tiga. Namun, saat hendak berjalan turun mereka tersambar petir.

"Saat perjalanan turun gunung dari pos empat menuju pos tiga, mereka tersambar petir. Tiga pendaki mengalami luka bakar, sedangkan satu pendaki, yakni Nuriansyah selamat," katanya.

Ia mengatakan, sejumlah anggota SAR, BPBD, dan Kelompok Pecinta Alam Grasindo Temanggung berusaha mengevakuasi para korban dan baru sampai bawah pada Minggu pagi. Setelah itu korban langsung dibawa ke rumah sakit.

Menurut dia, dari tiga korban korban tersebut, Jafar Amir mengalami luka paling parah, yakni luka bakar di bagian dada dan pangkal paha kiri dan tidak bisa berjalan sehingga harus ditandu," katanya. ***
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar