Polda Sulteng lanjutkan Operasi Madago Raya tahap II

id Polda Sulteng ,Operasi Madago Raya ,Cegah paham radikal,Sulawesi Tengah

Polda Sulteng lanjutkan Operasi Madago Raya tahap II

Apel personel kepolisian yang terlibat dalam Operasi Madago Raya di Mapolda Sulteng. (ANTARA/HO-Humas Polda Sulteng)

Palu (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) kembali melanjutkan Operasi Madago Raya Tahap II Tahun 2024 dalam rangka pencegahan paham radikal di wilayah itu.
 
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Sulteng Kombes Polisi Djoko Wienartono di Palu, Senin mengatakan operasi tahap II ini akan berlangsung selama tiga bulan, mulai dari 1 April hingga 30 Juni 2024.
 
"Operasi ini merupakan kelanjutan dari Operasi Madago Raya Tahap I yang telah berhasil memelihara situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Sulawesi Tengah," kata Djoko.
 
Ia mengatakan operasi operasi ini bertujuan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif, serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam rangka pencegahan paham radikal dan penanggulangan di wilayah operasi.

Operasi tahap II ini, kata dia, Polda Sulteng melibatkan 250 personel yang terdiri dari satuan tugas (satgas) intelijen, preemtif, preventif dan satgas bantuan.
 
Personel ini akan dibagi menjadi beberapa tim dan disebar di beberapa titik, yakni di wilayah Kabupaten Poso, Parigi Moutong, Sigi, dan Tojo Una-una.
 
Lanjut dia, Polda Sulteng akan bekerja sama dengan TNI dan instansi terkait lainnya dalam operasi ini.
 
"Kami akan melakukan pendekatan keamanan melalui kegiatan deradikalisasi dan kontra radikalisasi guna mewujudkan kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah," ujarnya.
 
Kabidhumas berharap operasi ini dapat berjalan dengan aman, lancar dan sukses serta mengajak masyarakat untuk segera melapor kepada aparat keamanan jika melihat atau mengetahui keberadaan kelompok-kelompok yang menyimpang.
 
"Masyarakat juga diharapkan untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang beredar di media sosial yang belum tentu kebenarannya," katanya.