Badan Geologi luncurkan Atlas Zona Kerentanan Likuefaksi Indonesia

id Atlas Zona Likuefaksi,Badan Geologi

Badan Geologi luncurkan Atlas Zona Kerentanan Likuefaksi Indonesia

Peluncuran Atlas Zona Kerentanan Likuefaksi Indonesia oleh Kepala Badan Geologi, Rudy Suhendar ditandai dengan penyerahkan Atlas Zona Kerentanan Likuefaksi Indonesia kepada Sekretaris Provinsi Sulawesi Tengah Hidayat Lamakarate, Direktur Penataan Kawasan Kementerian ATR/BPN Sufrijadi, Direktur Daerah Tertinggal, Transmigrasi dan Perdesaan Kementerian PPN/Bappenas Velix Vernando Wanggai. (HumasProv)

Informasi kegeologian yang disampaikan ini dikemas dalam Atlas Peta Zona Kerentanan Likuefaksi Indonesia
Palu (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Badan Geologi secara resmi meluncurkan Atlas Zona Kerentanan Likuefaksi Indonesia di salah satu hotel di Kota Palu, Rabu.

Informassi kegiologian melalui atlas ini merupakan atlas peta pertama kelikuefaksian  yang diluncurkan, dimana sebelumnya Peta Zona Kerentanan Likuefaksi di Indonesia belum pernah ada.

Peluncuran yang dilakukan Kepala Badan Geologi, Rudy Suhendar tersebut secara simbolis menyerahkan Atlas Peta Zona Kerentanan Likuefaksi Indonesia kepada Sekretaris Provinsi Sulawesi Tengah Hidayat Lamakarate, Direktur Penataan Kawasan Kementerian ATR/BPN Sufrijadi, Direktur Daerah Tertinggal, Transmigrasi dan Perdesaan Kementerian PPN/Bappenas Velix Vernando Wanggai.

Rudy Suhendar mengatakan cukup banyak femomena likuefaksi yang terjadi di Indonesia, hingga pada kejadian likuefaksi pascagempa di wilayah Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong, mengingatkan bangsa ini betapa informasi ancaman bahaya dan kerentanannya menjadi penting bagi pemangku kepentingan, baik di pusat maupun di daerah dan juga bagi masyarakat umum.

Untuk itu lanjut Hendar, dengan peluncuran Atlas Zona tersebut, Badan Geologi memberikan informasi bagi para pemangku kepentingan terkait pengelolaan bencana, penataan ruang, pengembangan wilayah dan kawasan. 

"Informasi kegeologian yang disampaikan ini dikemas dalam Atlas Peta Zona Kerentanan Likuefaksi Indonesia," katanya.

Peluncuran peta tersebut untuk memberi gambaran daerah-daerah yang memiliki kerentanan terhadap likuefaksi di Indonesia, sehingga ia berharap upaya-upaya mitigasi bencana dapat ditingkatkan.

Sementara itu Sekretaris Provinsi Hidayat mengapresiasi atas diluncurkannya Atlas Zona Likuefaksi tersebut.

Dirinya berharap, dengan diluncurkannya Atlas Peta ini bisa menjadi acuan ilmiah dalam penetapan zona bahaya, siaga dan aman, namun yang tidak kalah penting ialah bagaimana upaya mempublikasikan informasi ini kepada masyarakat dengan bahasa yang mudah dimengerti sebagai bahan mitigasi.

Usai peluncuran dilanjutkan dengan diskusi interaktif likuefaksi dengan tema mengenal likuefaksi dan menyelaraskan kehidupan di atas potensi yang ada.***
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar