BMKG ingatkan sembilan daerah di Sulteng waspadai dampak hujan lebat

id BMKG, hujan, hidrometeorologi, Nur Alim, sulteng

BMKG ingatkan sembilan daerah di Sulteng waspadai dampak hujan lebat

Ilustrasi - Kondisi cuaca hujan dan berkabut di jalur Trans Sulawesi Kebun Kopi, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. ANTARA/ (Kristina Natalia)

Palu (ANTARA) -
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan kepada sembilan daerah di Provinsi Sulawesi Tengah untuk mewaspadai dampak hujan lebat, terutama wilayah-wilayah yang memiliki riwayat bencana hidrometeorologi.
 
"Kewaspadaan perlu sebagai bentuk antisipasi terhadap kondisi cuaca pada masing-masing daerah," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Mutiara Sis Al-Jufri Palu Nur Alim dihubungi dari Palu, Selasa.
 
Sembilan daerah di Sulteng berstatus waspada, yakni Kabupaten Tojo Una-una, Buol, Banggai, Tolitoli, Morowali Utara, Morowali, Donggala, Poso, dan Banggai Kepulauan.

 Ia menjelaskan saat ini Sulteng telah memasuki musim hujan, namun karena daerah ini masuk kategori non zom, hujan turun tidak merata, bahkan sejumlah daerah cuaca panas masih sering terjadi.
 
"Daerah ini unik, sehingga tidak mengenal musim atau wilayah yang tidak mempunyai batas yang jelas antara periode musim hujan dan musim kemarau," ujarnya.
 
Menurut analisis BMKG, sepekan ke depan terdapat peningkatan intensitas hujan yang disebabkan oleh masuknya kembali aliran massa udara dingin dari Asia, dan sejumlah wilayah mengalami potensi hujan dengan intensitas lebat pada periode ini, salah satunya Sulteng.
 
Oleh karena itu, peringatan dini cuaca perlu menjadi perhatian pemerintah daerah (Pemda) guna meningkatkan kewaspadaan, yang mana di prediksi hujan cenderung terjadi pada siang dan malam hari.
 
"Dampak hujan intensitas lebat dengan durasi cukup lama dapat memicu meningkatnya debit air sungai hingga menimbulkan genangan, bahkan dampak terparah menimbulkan banjir," kata dia.

Kondisi ini sewaktu-waktu bisa terjadi di daerah yang dilanda hujan lebat, apalagi ekosistem alam setempat mulai rusak berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.
 
Guna menghindari dampak tersebut, ia menyarankan Pemda perlu memperhatikan kondisi alur alam, dan warga juga perlu menjaga kebersihan lingkungan dengan selalu membersihkan saluran air, karena hal-hal kecil seperti ini rentan memicu genangan dan berdampak pada aktivitas warga.
 
"Kami berharap imbauan peringatan dini cuaca yang setiap saat di perbarui BMKG dapat dimanfaatkan sebagai referensi bagi semua pihak ketika beraktivitas, terutama aktivitas penerbangan, pelayaran dan sebagainya," demikian Alim.

 
Pewarta :
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2023