Palu (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Palu menyalurkan 306 paket bantuan sembako dan uang tunai kepada penerima manfaat atau mustahik zakat, infak dan sedekah (ZIS).
"Bantuan ini sebagai upaya untuk membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasarnya," kata Asisten bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palu Usman dalam penyaluran bantuan sembako diinisiasi Baznas di Palu, Rabu.
Ia menjelaskan paket bantuan tunai dan sembako diberikan kepada masyarakat prasejahtera menghabiskan anggaran sekitar Rp169,861 juta yang bersumbar dari pengelolaan ZIS.
Ia mengemukakan upaya ini bentuk nyata dari semangat gotong royong dan kepedulian sosial di Kota Palu, yang mana melalui pengelolaan ZIS, kemudian manfaatnya dikembalikan kepada masyarakat yang memenuhi syarat menerima bantuan tersebut.
"Melalui Baznas dapat disaksikan bagaimana zakat, infak, dan sedekah yang dikumpulkan dapat disalurkan kepada mereka yang membutuhkan, sesuai dengan prinsip keadilan sosial yang dijunjung tinggi di negeri ini," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Usman juga mengapresiasi langkah Baznas dalam berkolaborasi mengentaskan kemiskinan untuk pembangunan daerah yang berkelanjutan.
"Baznas sebagai lembaga yang dibentuk negara khusus mengumpulkan zakat, infak dan sedekah diharapkan mampu membantu pemda menyejahterakan rakyat," ucap Usman.
Ketua Baznas Kota Palu Muchlis A Mahmud mengemukakan bahwa bantuan yang disalurkan kepada masyarakat sepenuhnya bersumber dari pengelolaan ZIS.
Yang mana tujuan pengelolaan ZIS meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi kemiskinan dan mewujudkan keadilan sosial.
"Kami memiliki lima program prioritas yang disinergikan dengan program Pemkot Palu, yakni Baznas Sehat, Baznas Cerdas, Baznas Peduli, Baznas Takwa, dan Baznas Sejahtera," kata dia.
Ia mengajak masyarakat ikut berpartisipasi dalam pengelolaan zakat, sebab perkembangan zakat di ibu kota Sulawesi Tengah masih didominasi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Palu.
"Kami terus menggenjot kegiatan sosial kepada masyarakat, baik melalui kegiatan keagamaan maupun dalam interaksi sosial lainnya," tutur Muchlis.