Hillary Kembali Bekerja Senin

id Clinton, Hillary

Hillary Clinton (FOTO ANTARA/REUTERS/Jason Reed)

Washington, (antarasulteng.com) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton kembali bekerja pada Senin setelah absen lama karena gangguan kesehatan termasuk pembekuan darah di kepalanya, menurut Departemen Deplu AS.

Hillary kembali ke Amerika dari kunjungannya ke Eropa pada 7 Desember seperti dilaporkan pada Minggu.

Berdasarkan jadwal, Hillary bersama asistennya akan melakukan pertemuan tertutup dengan beberapa petinggi diplomat AS pukul 9.15 pagi waktu setempat, Senin.

Serangkaian pertemuan akan dilakukan pada pekan ini seperti pada Selasa terdapat agenda pembicaraan bersama Menteri Pertahanan AS Leon Panetta dan Penasihat Keamanan Nasional Tom Dinilon.

 Pada Kamis, Hillary akan menerima kunjungan Presiden Afghanistan Hamid Karzai di Gedung Putih sekaligus melakukan jamuan makan malam.

Pekan lalu, juru bicara Deplu AS Victoria Nuland mengatakan bahwa Hillary merasa bahagia dapat kembali melakukan aktivitasnya setelah menjalani perawatan rumah sakit New York karena mengalami pembekuan darah pada pembuluh vena di sekitar telinga kanannya.

Diplomat AS berusia 65 tahun itu terpaksa dirawat di Rumah Sakit Presbyterian, New York, pada 30 Desember setelah tim medis menemukan gumpalan darah di antara tulang tengkorak dan otaknya.

 Hillary keluar rumah sakit pada Rabu setelah tiga hari perawatan dan sudah diperbolehkan kembali ke rumahnya di Chappaqua, New York.

Dokter memberikan pengobatan kepada Menlu AS itu dengan memberikan pengencer darah.

"Dia nampak siap untuk kembali ke kantor. Hillary berencana bekerja pekan depan," kata Nuland, Kamis (3/1).

Nuland mengatakan bahwa Hillary mendapatkan simpati dukungan dari seluruh dunia.

Hillary sebelumnya telah melakukan sejumlah perjalanan keluar negeri dengan mengunjungi setidaknya 112 negara selama empat tahun jabatan Menlu.

Dokter Hillary menyarakan agar dia menunda serangkaian perjalanan luar negerinya untuk sementara waktu.

Presiden Barrack Obama telah menyiapkan senator veteran John Kerry sebagai pengganti Hillary dan akan diangkat pada bulan depan.

Hillary jatuh sakit sejak terkena virus perut yang membuatnya mengalami dehidrasi sampai pingsan yang membuatnya jatuh dan gegar otak.

Sehabis jatuh dia diduga mendapati benturan di kepalanya yang berujung pada pembekuan darah di otak. (ANTARA/Reuters)

Editor: Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar